Denjaka Pasukan Mematikan yang Dimiliki TNI AL

69
(Dok Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut (AL) memiliki pasukan khusus anti teror yakni Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Dilansir dari Marinir.tnial.mil.id, pertama kali dibentuk, nama yang tersemat bukanlah Denjaka, melainkan Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla dibutuhkan guna menanggulangi beragam bentuk ancaman aspek laut, seperti terorisme dan sabotase serta ancaman lain yang berdampak strategis.

Seiring kebutuhan yang kian mendesak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyurati Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan untuk membentuk Denjaka. Tepat pada 13 November 1984, Panglima TNI menyetujui pembentukan Denjaka menjadi satuan antiteror aspek laut di bawah naungan Korps Marinir.

Pada tahap pertama itulah, sebanyak 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) direkrut.

Lantaran tidak sembarangan prajurit TNI AL yang bisa masuk ke detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Ada beberapa tahapan pendidikan yang harus dilalui oleh prajurit TNI AL jika ingin bergabung ke pasukan Denjaka.

Tahap pertama, prajurit Denjaka dibekali kursus penanggulangan antiteror aspek laut yang bermaterikan intelijen, taktik dan teknik anti-teror serta anti-sabotase. Kemudian, ada dasar-dasar spesialisasi komando kelautan dan keparaan lanjutan.

Di tahap awal, para prajurit TNI AL akan digembleng secara fisik dan pikirannya selama kurang lebih 6 bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan kursus yang bermateri pemeliharaan kecakapan dan peningkatan kemampuan kemahiran kualifikasi Taifib dan Paska.

Tahap kedua, para prajurit Denjaka turut dibekali pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak, lari dan berenang, peningkatan kemampuan bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia, darat, laut dan udara, penguasaan taktik dan teknik untuk merebut dan menguasai instalasi di laut, kapal, pelabuhan atau pangkalan dan personel yang disandera.

Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain submachine gun MP5, HK PSG1, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, M4, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta, dan HK P30 dan SIG Sauer 9 mm Denjaka sendiri terdiri dari satu markas zedenk detasemen, satu tim markas, satu tim teknik dan tiga tim tempur. (ADT)