Jumat, 14 Juni 2024

Tahap Ketiga Kontrak Rafale Aktif, Pengamat Militer: Belanja Alutsista Sudah Direncanakan dengan Matang

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi merespons positif perihal aktifnya kontrak pesawat tempur Rafale tahap ketiga. Menurutnya, hal ini menandakan jika belanja alutsista yang selama ini berjalan sudah sesuai dengan rencana yang matang.

“Jadi saya kira ini justru berita baik, kabar baik yang menunjukkan bahwa semua belanja alutsista ini bukan sesuatu yang ujug-ujug, tetapi memang sesuatu yang direncanakan secara matang sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tetap fokus pada upaya mengejar capaian minimum essential force (MEF) dengan membeli pesawat-pesawat baru,” kata Fahmi kepada Indonesia Defense Magazine (IDM) di Jakarta, Selasa (9/1).

Terkait aktifnya kontrak Rafale tahap ketiga ini yang dikaitkan dengan tahun politik, Fahmi menilai tidak bisa melakukan penilaian secara sepihak. Terlebih, penguatan alutsista memang menjadi salah satu prioritas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Pengamat Respons Penambahan Anggaran Pertahanan: Untuk Penuhi Target Kekuatan Pokok Pertahanan

“Artinya kalau itu kemudian dispekulasikan bahwa ini dikaitkan dengan masa kampanye, yang kita harus perhatikan adalah ini kontrak yang sangat layak. Ini dilakukan di awal tahun anggaran sehingga ini berarti justru menunjukkan semuanya on the schedule, on progress,” lanjutnya.

Kabar aktifnya kontrak tahap ketiga pesawat tempur generasi 4.5 dinilainya menjadi jawaban tudingan anggaran 700 triliun rupiah terkait pembelian alutsista bekas yang belakangan muncul di masyarakat.

“Kalau 700 triliun untuk beli alutsista bekas itu, ya itu jelas tidak valid ya. Total anggaran pertahanan kita dari 2020, renstra 3 ini, 2020 sampai 2023, bahkan jika dihitung sampai 2024 itu kan tidak sampai 700 triliun, dan itu total anggaran pertahanan. Untuk belanja alutsista tidak sampai setengahnya. Itu yang saya kira harus diklarifikasi baik oleh Kementerian Pertahanan dan oleh pihak-pihak yang sedang menggunakan isu anggaran pertahanan ini,” kata Fahmi.

Baca Juga: Pengamat: Jabatan KSAD Harus Diisi Jangan Biarkan Kosong Berlarut-larut

Seperti diketahui, pada tanggal 8 Januari 2024 kontrak pengadaan pesawat tempur Rafale tahap ketiga secara resmi telah efektif. Sebelumnya Kementerian Pertahanan telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada bulan September 2022 sejumlah 6 unit dan bulan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Secara total pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit.

Dikutip dari rilis yang diterima redaksi IDM, dengan efektifnya kontrak tahap ketiga ini Dassault Aviation selaku produsen akan langsung memulai proses pembuatan 18 unit tambahan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut guna melengkapi total pengadaan 42 unit pesawat.

Rafale merupakan pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang menjadi salah satu pesawat andalan negara-negara anggota NATO. Rafale termasuk dalam kategori pesawat omnirole sehingga mampu melakukan berbagai jenis misi mulai dari superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian udara, dan serangan anti-kapal.

Baca Juga: Pengamat Militer Tanggapi Sistem Pertahanan 5.0 yang Dijelaskan Mahfud MD

Kelebihan Rafale lainnya adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh “Beyond Visual Range” (BVR) METEOR dan MICA. Berbagai jenis persenjataan lain juga bisa dipasang pada pesawat tempur Rafale seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2500 peluru/menit, dan juga dilengkapi kemampuan untuk meluncurkan rudal jelajah nuklir ASMP.

Pesawat Rafale pertama akan tiba di Indonesia pada awal tahun 2026. Kedatangan pesawat tempur Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI AU secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara. (nhn)

BERITA TERBARU

INFRAME

Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024

Peserta kategori IPSC Level III mengikuti Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024 di Lapangan Tembak Djamsuri, Wing Komando 1 Kopasgat, Jakarta, Jumat (7/6). Perlombaan tersebut mengangkat tema "Kualitas dan Prestasi adalah Kehormatan".

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER