Selasa, 28 Mei 2024

SM-3, Senapan Mesin Buatan Pindad yang Bisa Tembakan 100 Munisi Beruntun

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Senapan Mesin 3 (SM-3) adalah produk senapan mesin PT Pindad dengan kemampuan tembakan beruntun layaknya senapan mesin berat namun memiliki bobot yang ringan sehingga bisa dibawa oleh satu orang prajurit dan bisa ditembakan dari bahu layaknya sebuah senapan serbu.

Penggunaan SM-3 ditujukan untuk mendukung pasukan tingkat satuan hingga regu, dengan cara menembakkan rentetan tembakan tanpa terputus untuk menekan musuh.

Dilansir Air Space Review, Senin, (26/6) SM-3 adalah produk senapan mesin ketiga yang dikembangkan oleh Pindad. Sebelumnya SM3, lahir terlebih dahulu produk SM1 dan SM2 yang keduanya menggunakan munisi kaliber 7,62 mm.

Baca Juga: Mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Ini Spesifikasi Pesawat C-17 Globemaster III Milik USAF

Pindad sendiri mulai memperkenalkan SM3 pada tahun 2007, yang digunakan sebagai senapan mesin regu. Senapan mesin ini terinspirasi dari FN Minimi yang banyak digunakan di lingkungan TNI.

Seperti halnya FN Minimi, Pindad SM3 mengadopsi model tembakan hanya otomatis penuh dan menggunakan peluru standar NATO 5,56 mm x 45 jenis SS-109 (Pindad MU-5) atau jenis M-193 (Pindad MU-4).

Untuk asupan munisinya ada perbedaan, di mana FN Minimi menggunakan sistem kombinasi belt (dalam boks magasin 200 peluru) dan bisa juga menggunakan magasin milik senapan serbu 30 peluru.

Baca Juga: Thales Ungkap Indonesia Beli 13 Radar GM 400 Alpha, Apa Kelebihannya?

Sementara Pindad SM3 lebih simpel, hanya menggunakan model belt saja dengan untaian 100 butir peluru. Jarak tembak efektifnya mencapai 600 m.

Untuk SM3, Pindad merilis dua varian. Yang pertama SM3-V1 menggunakan popor lipat dan tersedia hand grip depan di bawah rumah laras. Yang kedua SM3-V2, menggunakan popor sorong dan tanpa hand grip depan. (rr)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER