Uni Eropa Tolak Tentara NATO Terlibat Konflik di Ukraina

Jakarta, IDM - Direktur Jenderal Staf Militer Uni Eropa, Herve Blejean menyatakan bahwa rencana pengerahan pasukan NATO di Ukraina sangatlah tidak masuk akal. Menurutnya, rencana tersebut tidak didasarkan atas aturan yang berlaku di aliansi tersebut.
"Mengirim pasukan darat ke Ukraina berarti menjadi pihak dalam konflik dan memasuki keadaan perang dengan Rusia. Tidak ada yang menginginkan itu, baik NATO, maupun UE," kata Blejean pada televisi LCI Prancis melansir TASS, Kamis (15/6).
Baca Juga: Seorang Kadet Tembak Dua Tentara Jepang Hingga Tewas
Blejean menjelaskan, NATO tidak memiliki wewenang untuk mengirim pasukan ke Ukraina. Ia pun tidak ingin pasukan gabungan negara anggota menjadi korban dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung sejak Februari tahun lalu.
"Kami bukan pihak yang bertikai dan kami tidak akan ikut menjadi pihak tersebut."
Menurutnya, serangan balasan Ukraina juga tidak akan mengakhiri konflik maupun mengembalikan seluruh wilayah yang telah diduduki oleh Rusia.
Baca Juga: Jenderal Rusia Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Balik Ukraina
“Mereka tidak akan dapat mengembalikan semua wilayah selama serangan balasan ini. Tentu saja, awalnya mungkin akan ada beberapa hasil nyata, tapi setelah itu mereka akan berkeinginan untuk melakukan serangan balasan lainnya, yang kedua, yang ketiga,” tambah Blejean.
Pernyataan Blejean tersebut diungkapkan untuk menanggapi proposal dari mantan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen. Menurut Ramussen, sejumlah negara NATO dapat mengirimkan pasukan darat ke Ukraina "secara individual". (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































