Sabtu, 20 April 2024

Rusia Tidak Akan Jual Minyaknya ke Negara yang Terapkan Batasan Harga

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Rusia memastikan tidak akan menjual minyaknya kepada negara-negara yang menerapkan batasan harga yang dipatok barat. Sebagai negara pengekspor minyak terbesar kedua, negara tersebut mengatakan pihaknya hanya akan menjual minyak pada negara yang sepakat dengan peraturannya.

Pembatasan harga minyak Rusia yang diterapkan oleh negara-negara Barat, menurut Rusia adalah upaya yang berbahaya. Pembatasan harga ini disepakati oleh koalisi negara-negara anggota G7 dan Australia yang mematok harga minyak mentah lintas laut Rusia pada US$ 60 per barel. Kesepakatan dibentuk pada minggu lalu, dengan tujuan membatasi pendapatan negara beruang merah dan menghukumnya atas invasi ke Ukraina.

Dilansir dari Tass, media resmi pemerintah, Minggu (4/12), Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa pembatasan harga tersebut bertentangan dengan aturan perdagangan bebas. Meskipun begitu, Rusia tidak akan patuh terhadap patokan harga dan hanya akan menjual minyak ke negara dibawah regulasinya.

“Kami akan menjual minyak dan produk minyak bumi hanya ke negara-negara yang akan bekerja dengan kami di bawah kondisi pasar, bahkan jika kami harus sedikit mengurangi produksinya,” ujarnya.

Baca: Pesawat B-21 Raider, Pengebom Siluman Tercanggih AS

Menurut Novak, kebijakan ini akan berdampak negarif pada pasar energi dan memicu dan memicu terjadinya kekurangan pasokan minyak mentah global.

“Kami sedang mempersiapkan mekanisme untuk melarang penggunaan instrumen pembatasan harga, terlepas dari tingkat yang ditetapkan, karena gangguan semacam itu dapat membuat pasar semakin tidak stabil,” tegasnya. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER