INTERNASIONAL

Resolusi Diveto AS, Palestina Tidak Bisa Jadi Anggota Penuh PBB

Palestina
Perwakilan Palestina ketika pertemuan DK PBB (Foto: Dok. Un.org)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang akan membuka jalan bagi keanggotaan penuh Palestina dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari laman resmi Un.org, Jumat (19/4), dalam pemungutan suara DK PBB tersebut, 12 dari 15 negara mendukung. Sedangkan AS menentang dan dua lainnya abstain, yaitu Inggris dan Swiss.

"Dalam pemungutan suara (12 suara mendukung dan satu menolak, dengan dua abstain), DK PBB tidak mengadopsi rancangan resolusi yang akan merekomendasikan Majelis Umum untuk mengadakan pemungutan suara dengan keanggotaan PBB yang lebih luas untuk mengizinkan Palestina bergabung sebagai Negara Anggota penuh PBB," tulis PBB.

Baca Juga: UE Menduga Cina Pasok Komponen untuk Senjata ke Rusia

Sementara, agar rancangan resolusi dapat disahkan, DK PBB harus memiliki setidaknya sembilan anggota yang mendukung dan tidak ada anggota tetapnya yaitu Cina, Perancis, Rusia, Inggris, dan AS, yang menggunakan hak veto.

Wakil utusan AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan alasan pihaknya memveto yaitu Palestina masih belum memenuhi kriteria untuk untuk dianggap sebagai suatu Negara.

“Kami telah lama meminta Otoritas Palestina untuk melakukan reformasi yang diperlukan guna membantu membangun atribut kesiapan untuk menjadi negara dan mencatat bahwa Hamas, sebuah organisasi teroris, saat ini menggunakan kekuatan dan pengaruhnya di Gaza," kata Wood.

Baca Juga: Balas Iran, Israel Luncurkan Serangan Rudal

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Palestina Riyad Mansour, menegaskan rakyat Palestina tidak pernah tunduk pada tawar-menawar atau negosiasi dalam memperjuangkan haknya. Menurutnya, mereka memiliki hak yang sah untuk hidup di tanah airnya sebagai negara merdeka dan berdaulat.

“Fakta bahwa resolusi ini tidak disahkan tidak akan mematahkan keinginan kami, dan tidak akan menggagalkan tekad kami. Kami tidak akan berhenti dalam upaya kami. Negara Palestina tidak bisa disangkal. Ini nyata," ujar Mansour. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.