Monkasel Surabaya, Saksi Perjuangan KRI Pasopati-410 dalam Pembebasan Irian Barat

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Kota Surabaya memiliki monumen terbesar di Asia, yaitu Monumen Kapal Selam (Monkasel). Monumen ini dibangun sebagai wujud mengabadikan sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajah sekaligus pelestarian warisan negara.

Dikutip dari buku “Jejak Kisah Petualangan Nusantara”, Theresia Vina Anjani dan Anastasia Anggi Fernanda, 2020, kapal selam yang dijadikan monumen di Surabaya ini adalah KRI Pasopati-410, kapal selam pertama yang masuk ke TNI AL pada 29 Januari 1962.

Pada masanya, KRI Pasopati-410 memiliki tugas utama menghancurkan garis musuh, pengawasan, dan penggerebekan secara diam-diam. Kapal selam ini menjadi salah satu tulang punggung kekuatan TNI AL dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapal selam buatan Uni Soviet pada 1952 ini pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Arafuru untuk membebaskan Irian Barat yang kala itu masih dikuasai Belanda.

Pada 20 Juni 1998, KRI Pasopati-10 berhasil dibawa ke darat untuk dijadikan sebagai monumen. Memang tidak mudah, dalam proses pemindahannya kapal selam itu dipotong menjadi 16 bagian.

Lalu, dirakit kembali dan difungskan sebagai monumen bersejarah di Surabaya yang kini dikenal sebagai Monkasel. Lokasinya berada di Jalan Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Sejak 15 Juli 1998, Monkasel resmi menjadi destinasi wisata sejarah. (at)

EDISI TERBARU

sidebar

BERITA TERBARU

POPULER