Kerusakan Pada Mesin, Sistem Proyektil Iran Lukai Warga Sipil

Jakarta, IDM - Sebuah proyektil Iran gagal mengenai target ketika sedang latihan militer pada beberapa waktu lalu. Insiden itu melukai dua warga sipil di kota Gorgan, wilayah Iran bagian utara.
Dilansir dari Al Arabiya, Senin (18/9), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Iran mengatakan bahwa penyebab utama kecelakaan itu adalah kerusakan pada sistem yang membuatnya tiba-tiba meledak dan jatuh berkeping-keping.
Baca Juga: Menhan Rusia Pamer Sejumlah Rudal dan Pesawat Tempur ke Presiden Korut
“Ketika proses uji coba sistem pertahanan dan drone di wilayah gurun, salah satu sistem tersebut mengalami cacat teknis dan menyimpang dari jalur utamanya,” kata juru bicara Kemhan Iran Reza Talaei-Nik.
"Proyektil tersebut hancur dan sebagiannya jatuh di Kota Gorgan. Sebanyak dua orang terluka,” tambahnya.
Kemhan Iran tidak menjelaskan jenis proyektil yang mengalami kerusakan tersebut. Namun, beberapa media lokal melaporkan bahwa proyektil itu merupakan drone, sedangkan pihak lainnya menyebut proyektil itu adalah rudal yang melenceng dari target.
Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan Enam Drone Ukraina di Wilayahnya
Lebih lanjut, penyebab kerusakan itu masih dalam penyelidikan pihal berwenang Iran. Mereka menegaskan akan menganalisisis secara menyeluruh sifat kerusakan demi mencegah insiden serupa di masa depan.
Sebagai informasi, Iran telah berupaya meningkatkan industri pertahanannya selama beberapa tahun terakhir, meskipun berada di bawah tekanan sanksi AS. Bulan lalu, Iran memamerkan drone 'Mohajer 10' yang diklaim mampu menjangkau target sejauh 2.000 km. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































