Minggu, 26 Mei 2024

Inggris Sebut Serangan ke Fasilitas Militer Houthi Bersifat Defensif

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa serangan negaranya terhadap fasilitas militer Houthi di Yaman merupakan tindakan bela diri pada beberapa waktu lalu.

Langkah ini dilakukan Inggris dan Amerika Serikat (AS) untuk membalas militan Houthi, yang telah melakukan serangan ke beberapa kapal dagang di Laut Merah sejak perang Israel-Hamas di Gaza dimulai pada bulan Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Siapkan Calon Penerbang dan Teknisi, TNI AU Bersiap Operasikan Pesawat Angkut Berat Strategis A400M

Dilansir dari BBC, Minggu (14/1), Sunak menekankan serangan itu dilakukan secara proporsional, dan tepat sasaran dan Inggris bertindak untuk membela diri melindungi nyawa dan pelayaran komersial.

“Kami telah melihat peningkatan signifikan dalam jumlah serangan Houthi yang membahayakan nyawa orang tak berdosa. Ini mengganggu perekonomian global, dan juga mengganggu stabilitas kawasan,” kata Sunak.

Baca Juga: Pengadaan 42 Unit Rafale, Wamenhan: Prabowo Peduli untuk Menjaga Performa TNI

“Dan itulah sebabnya saya dan sekutu membuat keputusan untuk mengambil tindakan yang diyakini perlu, proporsional, dan tepat sasaran terhadap sasaran militer, untuk menekan dan menurunkan kemampuan Houthi,” tambahnya.

Sunak pun mengatakan bahwa serangan Houthi tidak bisa dibiarkan sehingga Inggris perlu mengirimkan sinyal kuat atas pelanggaran hukum internasional tersebut. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER