Minggu, 14 April 2024

Hindari Wajib Militer, Ratusan Warga Myanmar Ingin Pindah Negara

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Ratusan warga Myanmar khususnya generasi muda berbondong-bondong untuk melarikan diri ke luar negeri usai junta Myanmar menerapkan wajib militer pada beberapa waktu lalu.

Sebagian warga yakin bahwa jalan terbaik untuk menyelamatkan diri adalah pergi ke negara lain. Mereka menilai, perintah wajib militer tidaklah masuk akal karena hanya akan memperburuk perang saudara di Myanmar.

Baca Juga: Melalui Kelompok Tentara Bayaran, Rusia Perluas Pengaruh ke Libya

“Tidak masuk akal jika harus bertugas di militer pada saat ini, karena kita tidak memerangi penjajah asing. Kita saling berperang. Jika kita bertugas di militer, kita akan berkontribusi terhadap kekejaman mereka,” kata Robert (24) melansir BBC, Rabu (28/2).

Ratusan warga dilaporkan sudah berkerumun di kantor imigrasi untuk mengantri mengurus visa. Bahkan, beberapa warga disebut mengalami luka-luka akibat saling berdesakan.

Para ahli menilai eksodus generasi muda ini dapat menimbulkan masalah sosial dan semakin meningkatkan ketidakstabilan Myanmar. Sekalipun junta Myanmar berhasil menambah jumlah pasukan, akan ada masalah baru terkait merosotnya moral pasukan.

Baca Juga: Konflik di Gaza Memburuk, Israel Gagal Penuhi Perintah Mahkamah Internasional

Selain itu, fenomena eksodus juga akan dirasakan oleh negara-negara tetangga Myanmar. Dampaknya, beberapa negara seperti Thailand, India, Cina, dan Bangladesh kemungkinan akan memperketat pengawasan di perbatasan.

“Banyak pemuda yang menghindari wajib militer tidak punya pilihan selain melarikan diri ke negara-negara tetangga, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan. Hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya rasa frustrasi di Thailand, India, Cina, dan Bangladesh,” kata Jason Tower, direktur program Burma di Institut Perdamaian Amerika Serikat. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER