INTERNASIONAL

Hindari Wajib Militer, Ratusan Warga Myanmar Ingin Pindah Negara

Tentara Myanmar.
Tentara Myanmar. (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM - Ratusan warga Myanmar khususnya generasi muda berbondong-bondong untuk melarikan diri ke luar negeri usai junta Myanmar menerapkan wajib militer pada beberapa waktu lalu.

Sebagian warga yakin bahwa jalan terbaik untuk menyelamatkan diri adalah pergi ke negara lain. Mereka menilai, perintah wajib militer tidaklah masuk akal karena hanya akan memperburuk perang saudara di Myanmar.

Baca Juga: Melalui Kelompok Tentara Bayaran, Rusia Perluas Pengaruh ke Libya

"Tidak masuk akal jika harus bertugas di militer pada saat ini, karena kita tidak memerangi penjajah asing. Kita saling berperang. Jika kita bertugas di militer, kita akan berkontribusi terhadap kekejaman mereka," kata Robert (24) melansir BBC, Rabu (28/2).

Ratusan warga dilaporkan sudah berkerumun di kantor imigrasi untuk mengantri mengurus visa. Bahkan, beberapa warga disebut mengalami luka-luka akibat saling berdesakan.

Para ahli menilai eksodus generasi muda ini dapat menimbulkan masalah sosial dan semakin meningkatkan ketidakstabilan Myanmar. Sekalipun junta Myanmar berhasil menambah jumlah pasukan, akan ada masalah baru terkait merosotnya moral pasukan.

Baca Juga: Konflik di Gaza Memburuk, Israel Gagal Penuhi Perintah Mahkamah Internasional

Selain itu, fenomena eksodus juga akan dirasakan oleh negara-negara tetangga Myanmar. Dampaknya, beberapa negara seperti Thailand, India, Cina, dan Bangladesh kemungkinan akan memperketat pengawasan di perbatasan.

“Banyak pemuda yang menghindari wajib militer tidak punya pilihan selain melarikan diri ke negara-negara tetangga, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan. Hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya rasa frustrasi di Thailand, India, Cina, dan Bangladesh,” kata Jason Tower, direktur program Burma di Institut Perdamaian Amerika Serikat. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.