HANKAM

Hakim yang Tangani Kasus Basarnas Akan Dapat Pangkat Lokal Bintang Tiga

Ilustrasi Basarnas.
Ilustrasi Basarnas. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Untuk mengadili perkara dugaan suap proyek pengadaan di Basarnas, Hakim Pengadilan Militer Tinggi akan diberikan pangkat lokal bintang tiga.

Hal ini diungkapkan Komandan Puspom TNI Marsekal Muda Agung Handoko seperti dikutip dari CNN Indonesia , Jumat, (22/9).

"Untuk hakim akan diberikan pangkat lokal bintang tiga, digunakan saat dalam ruang sidang saja, sesuai kepangkatan terdakwa yang akan disidangkan," kata Agung.

Mengutip website resmi TNI, dijelaskan bahwa pangkat lokal adalah pangkat yang diberikan sementara kepada prajurit yang menjalankan tugas dan jabatan khusus yang sifatnya sementara, serta memerlukan pangkat yang lebih tinggi dari pangkat yang disandangnya, guna keabsahan pelaksanaan tugas jabatan tersebut dan tidak membawa akibat administrasi.

Baca Juga: Kisah Satgas YPR 330 Wujudkan Mimpi Sony Sondegau untuk Bersekolah

Lebih lanjut, Agung menjelaskan dalam kasus tersebut, penyidik Puspom TNI berkoordinasi dengan KPK hingga PPATK untuk menyita aset milik Henri.

"Dengan KPK masih sinkronkan lagi. Terus dengan PPATK juga begitu, kita klop-kan lagi supaya nanti sita asetnya enggak keliru," katanya.

Ada dua anggota TNI yang terseret kasus itu, yakni Kabasarnas RI periode 2021-2023 Marsdya Henri Alfiandi dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Anak Buah Egianus Kagoya

Di sisi lain, KPK juga telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati (MGCS) Mulsunadi Gunawan; Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati (IGK) Marilya; dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama (KAU) Roni Aidil.

Henri bersama dan melalui Afri Budi diduga menerima suap dari beberapa proyek di Basarnas tahun 2021 hingga 2023 sekitar Rp88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek.

KPK menyerahkan proses hukum Henri dan Afri Budi selaku prajurit TNI kepada Puspom Mabes TNI. Hal itu sebagaimana ketentuan Pasal 42 UU KPK jo Pasal 89 KUHAP. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.