Minggu, 21 April 2024

AS Klaim 20.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Desember

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa sekitar 20.000 tentara Rusia tewas dan 80.000 lainnya terluka dalam lima bulan pertempuran di wilayah Ukraina timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berdasarkan penelitian intelijen Pentagon. Sebagian dari korban tewas itu merupakan tentara bayaran Wagner yang anggotanya lebih banyak direkrur dari penjara-penjara di Rusia.

“Intinya adalah bahwa upaya ofensif Rusia telah menjadi bumerang setelah pertempuran berbulan-bulan dengan kerugian yang luar biasa,” ujarnya melansir Al Jazeera , Selasa (2/5).

Baca Juga: Perkuat Interoperabilitas, Cina dan Singapura Gelar Latma Angkatan Laut

Sejak bulan Desember, pertempuran terfokus di beberapa wilayah Ukraina Timur, khususnya Kota Bakhmut. Tetapi menurut intelijen AS, Rusia telah menghabiskan persediaan militer termasuk pasukannya tanpa hasil yang signifikan.

Kirby pun tidak memberikan perkiraan korban dari pihak Ukraina karena ia menganggap “mereka adalah korban di sini. Rusia adalah agresor.”

Komandan Angkatan Darat Ukraina Oleksandr Syrskyi turut mengatakan bahwa Rusia terus mengerahkan upaya maksimal untuk merebut kota itu tetapi sejauh ini gagal.

Baca Juga: Turki Luncurkan ‘Kemankes’, Rudal Jelajah Mini dengan Kecerdasan Buatan

“Di beberapa bagian kota, musuh diserang balik oleh pasukkan kami dan mengambil beberapa posisi,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu Rusia mulai memasang iklan yang merekrut pasukan dari warga sipil untuk ikut berperang di Ukraina. Adanya iklan tersebut dinilai membuktikan kondisi Rusia yang kekurangan pasukan untuk tetap melancarkan ofensifnya. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER