AS Berencana Kirim Amunisi 'Depleted Uranium' ke Ukraina

Jakarta, IDM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan amunisi depleted uranium ke Ukraina untuk pertama kalinya. Pasokan amunisi ini merupakan bagian dari bantuan militer dan kemanusiaan terbaru AS senilai lebih dari $ 1 miliar.
Dilansir dari BBC, Jumat (8/9), peluru itu dapat diluncurkan dari tank Abrams AS dan menghancurkan berbagai jenis tank Rusia. Rencananya, amunisi 120mm itu akan dikirim pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Wapres AS: Dukungan Militer Korut ke Rusia Merupakan Kesalahan Besar
Pelurunya ini terbuat dari depleted uranium yang merupakan produk limbah dari proses pengayaan uranium alami untuk bahan bakar nuklir atau senjata. Kendati demikian, Badan Energi Atom Internasional menilai material ini tidak dapat menghasilkan reaksi nuklir dan radioaktifnya jauh lebih sedikit dibandingkan uranium alami.
Depleted uranium ini biasa digunakan untuk memperkuat lapisan baja pada tank, namun lebih umum melapisi senjata karena kepadatannya yang luar biasa dapat menembus baja tank konvensional.
Baca Juga: Korut Resmikan Kapal Selam Tempur Nuklir Pertamanya
Sebelumnya, Inggris juga mengumumkan pihaknya akan mengirim amunisi serupa ke Ukraina untuk digunakan di tank Challenger 2. Menanggapi hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa amunisi itu memiliki "komponen nuklir". Namun, Kementerian Pertahanan Inggris segera menolak tuduhan Rusia tersebut.
Sementara, UN Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) mengungkapkan tidak ada dampak keracunan signifikan yang disebabkan oleh depleted uranium. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































