Senin, 4 Maret 2024

Wapres AS: Dukungan Militer Korut ke Rusia Merupakan Kesalahan Besar

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Wakil Presiden AS Kamala Harris menyoroti kemungkinan Korea Utara (Korut) untuk memasok persenjataan ke Rusia, yang dinilai akan menjadi sebuah kesalahan besar. Sementara, seorang analis militer menilai kerja sama itu juga mungkin terjadi jika Korut mendapat keuntungan dari Rusia.

Dilansir dari CNA, Jumat (8/9), Harris menilai kemungkinan kerja sama itu merupakan tanda bahwa Rusia telah putus asa hingga akhirnya harus mencari bantuan dari Korut. Dimana sebelumnya beberapa otoritas AS menyebut kedua negara itu sedang melakukan perundingan pembelian senjata dan Kim diduga akan berkunjung ke Rusia.

“Gagasan bahwa mereka akan memasok amunisi merupakan sebuah kesalahan besar. Saya juga sangat yakin bahwa bagi Rusia dan Korut, hal ini akan semakin mengisolasi mereka,” kata Harris.

Baca Juga: Rudal Rusia Hantam Pasar di Timur Ukraina, Zelensky: Tidak Berperikemanusiaan

Sementara, Sydney Seiler, otoritas Dewan Intelijen Nasional AS yang fokus mengkaji Korut, menilai rencana pertemuan Kim dan Putin dilakukan karena ada keuntungan non militer yang akan didapat bagi Korut. Sebab, Korut memiliki masalah internal seperti kekurangan pangan yang disembunyikan dari dunia luar.

“Skenario terburuknya adalah hubungan antara Rusia dan Korut naik ke tingkat berikutnya, di mana Rusia secara aktif berupaya meningkatkan kemampuan militer Korut,” Seiler.

Kendati demikian, ia mengatakan ada penghambat pencapaian kerja sama militer tersebut. Ia menyebutnya sebagai “keterbatasan tradisional” yang berkaitan erat dengan kepentingan nasional Rusia.

Baca Juga: Presiden Rumania Klaim Rudal Rusia Jatuh Sangat Dekat Negaranya

“Banyak batasan atau parameter tradisional yang akan menjadi faktor pembatas,” katanya.

Ia menjelaskan, secara garis besar kini Kim terlihat berupaya untuk mengisi kekurangan sumber daya militer dan pasokan makanan akibat ketentuan isolasi total selama pandemi COVID-19. Kendati demikian, tujuan sebenarnya dari kerja sama itu hanya diketahui oleh kedua negara yang bersangkutan.

“Apakah Rusia benar-benar ingin meningkatkan kemampuan Korut (di tengah) kekhawatiran atas dukungan terhadap program rudal, program nuklir, dan program konvensional? Semua hal ini berpotensi meresahkan,” pungkasnya. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER