Perkuat Interoperabilitas, AS dan Israel Gelar Latma Militer

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Amerika Serikat dan Israel meluncurkan latihan militer gabungan yang melibatkan ribuan pasukan, selusin kapal dan 142 pesawat. Latihan ini di klaim sebagai yang paling signifikan di wilayah Timur Tengah.

Dilansir dari Centcom.mil, Selasa (24/1), latihan Juniper Oak akan berlangsung di Laut Mediterania Timur selama empat hari hingga Jumat (27/1). Tujuannya adalah untuk memperkuat kesiapan kolektif dan interoperabilitas kedua negara untuk stabilitas perdamaian di kawasan regional.

“Juniper Oak adalah latihan gabungan semua domain bersama yang meningkatkan interoperabilitas kami di darat, udara dan laut. Serta meningkatkan kemampuan kami untuk menanggapi tantangan dan menggarisbawahi komitmen kami terhadap Timur Tengah,” ujar Jenderal AS Michael Erik Kurilla.

Latihan ini akan berfokus pada manuver dan tembakan langsung berskala besar dengan lebih dari 140 pesawat termasuk B52, F35, F15, F16, FA-18, AC-130, AH64, 12 kapal angkatan laut, Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi dan Sistem roket HIMARS.

Baca: Hadapi Tantangan Keamanan, Australia akan Tambah Ranjau Laut

Latihan yang melibatkan sekitar 6.400 personel AS dan 1.100 personel Israel ini merupakan salah satu strategi kedua negara dalam menghadapi tantangan program nuklir Iran yang semakin berkembang. Meskipun Juniper Oak tidak dirancang khusus berorientasi pada Iran, latihan ini menunjukkan postur kesiapan dan kemampuan militer terhadap segala kemungkinan ancaman. (bp)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER