Minggu, 16 Juni 2024

Penelitian SIPRI Ungkap Cina Tambah 60 Unit Hulu Ledak Nuklir

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sebuah think tank asal Swedia, merilis penelitian bahwa Cina telah meningkatkan kuantitas persenjataan nuklirnya sebanyak 60 hulu ledak selama satu tahun terakhir. Hal itu menunjukkan, Cina setidaknya memiliki 410 unit hulu ledak nuklir hingga awal tahun 2023.

Dilansir dari Nikkei Asia, Senin (12/6), SIPRI memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah dan membuat Cina menjadi salah satu negara dengan senjata nuklir terbanyak, menyaingi Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Baca Juga: Presiden Korut Sebut akan Terus “Bergandengan Tangan” dengan Rusia

“Cina berpotensi memiliki setidaknya rudal balistik antarbenua sama banyaknya dengan Amerika Serikat atau Rusia pada pergantian dekade ini,” kata SIPRI.

Meskipun terus menambah kuantitas senjata nuklir, Pemerintahan Xi Jinping menerapkan kebijakan untuk tidak memakainya, kecuali sebagai tindakan balasan ke negara lain yang menyerang dengan senjata nuklir serupa. Kendati demikian, Direktur SIPRI Dan Smith menilai perlunya kendali internasional yang lebih kuat atas kontrol senjata yang sangat destruktif tersebut.

Baca Juga: Tingkatkan Interoperabilitas, AS dan Sekutu Gelar Latihan Maritim Multilateral di Laut Filipina

“Risiko kesalahpahaman atau kecelakaan sangat tinggi. Ada kebutuhan mendesak untuk memulihkan diplomasi nuklir dan memperkuat kendali internasional atas senjata nuklir ” kata Smith. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024

Peserta kategori IPSC Level III mengikuti Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024 di Lapangan Tembak Djamsuri, Wing Komando 1 Kopasgat, Jakarta, Jumat (7/6). Perlombaan tersebut mengangkat tema "Kualitas dan Prestasi adalah Kehormatan".

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER