Senin, 4 Maret 2024

Pasukan Ukraina Akui Situasi Sulit di Medan Tempur

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pasukan Ukraina mengatakan bahwa upaya serangan balasan terhadap Rusia nyatanya lebih sulit dari yang diharapkan. Serangan itu disebut ‘pelan tapi pasti’ dalam merebut kembali wilayah Ukraina selama beberapa minggu terakhir.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/8), Ukraina telah memprakarsai serangan balasan skala besar untuk merebut kembali beberapa wilayah seperti bagian selatan dan tenggara. Namun, pasukan Ukraina menyebut mereka kini mengalami kesulitan karena pasukan Rusia terus melancarkan serangan.

Baca Juga: ECOWAS Ancam Akan Intervensi Militer Untuk Hentikan Kudeta di Nigeria

“Rusia sedang menunggu kami. Mereka menembakkan senjata anti-tank dan peluncur granat. Kendaraan saya mengenai ranjau anti-tank, tetapi semuanya baik-baik saja. Kendaraan itu rusak tetapi semua orang selamat,” kata seorang prajurit Ukraina yang tidak disebutkan namanya.

Sejak diinvasi, Ukraina telah menerima persenjataan dan pelatihan militer dari negara-negara Barat untuk melakukan menghadapi Rusia. Kendati demikian, upaya memukul mundur Rusia itu saat ini dilakukan dengan perlahan untuk menghindari tingginya jumlah korban.

Baca Juga: Uni Eropa Sepakat Memperkuat Kerja Sama Maritim Dengan Filipina

“Misi kami direncanakan memakan waktu dua hari. Tapi kami tidak bisa melakukannya pada waktu yang tepat, karena beberapa alasan. Tapi kami terus maju, tidak ada yang mundur. Kami maju perlahan tapi pasti,” katanya.

Sebelumnya, sebuah rudal balistik Rusia menghantam kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kriyvyi Rih pada beberapa waktu lalu. Rudal itu disebut menghancurkan sebuah kompleks apartemen dan menewaskan enam warga sipil Ukraina. Sementara, 75 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER