INTERNASIONAL

Pasukan Ukraina Akui Situasi Sulit di Medan Tempur

Pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina.
Pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina. (Foto: Dok. Twitter/Volodymyr Zelensky Official)

Jakarta, IDM - Pasukan Ukraina mengatakan bahwa upaya serangan balasan terhadap Rusia nyatanya lebih sulit dari yang diharapkan. Serangan itu disebut 'pelan tapi pasti' dalam merebut kembali wilayah Ukraina selama beberapa minggu terakhir.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/8), Ukraina telah memprakarsai serangan balasan skala besar untuk merebut kembali beberapa wilayah seperti bagian selatan dan tenggara. Namun, pasukan Ukraina menyebut mereka kini mengalami kesulitan karena pasukan Rusia terus melancarkan serangan.

Baca Juga: ECOWAS Ancam Akan Intervensi Militer Untuk Hentikan Kudeta di Nigeria

"Rusia sedang menunggu kami. Mereka menembakkan senjata anti-tank dan peluncur granat. Kendaraan saya mengenai ranjau anti-tank, tetapi semuanya baik-baik saja. Kendaraan itu rusak tetapi semua orang selamat," kata seorang prajurit Ukraina yang tidak disebutkan namanya.

Sejak diinvasi, Ukraina telah menerima persenjataan dan pelatihan militer dari negara-negara Barat untuk melakukan menghadapi Rusia. Kendati demikian, upaya memukul mundur Rusia itu saat ini dilakukan dengan perlahan untuk menghindari tingginya jumlah korban.

Baca Juga: Uni Eropa Sepakat Memperkuat Kerja Sama Maritim Dengan Filipina

"Misi kami direncanakan memakan waktu dua hari. Tapi kami tidak bisa melakukannya pada waktu yang tepat, karena beberapa alasan. Tapi kami terus maju, tidak ada yang mundur. Kami maju perlahan tapi pasti," katanya.

Sebelumnya, sebuah rudal balistik Rusia menghantam kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kriyvyi Rih pada beberapa waktu lalu. Rudal itu disebut menghancurkan sebuah kompleks apartemen dan menewaskan enam warga sipil Ukraina. Sementara, 75 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.