Sabtu, 20 April 2024

Mulai Dibangun, TNI AL Akan Punya Kapal Bantu Hidro-oseanografi pada 2025

BACA JUGA

Jakarta, IDM – PT Palindo Marine resmi melaksanakan keel laying pertama (pelunasan kapal) terhadap kapal bantu hidro-oseanografi (BHO) “Ocean Going” yang dipesan untuk Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal), Batam, Kamis (14/12).

Peresmian keel laying pertama tetsebut dihadiri langsung oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Budi Purwanto dan Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen Heru Sudarmanto.

Upacara peresmian keel laying ini menjadi langkah awal untuk membuat kapal BHO yang akan menjadi salah satu kekuatan strategis bagi Indonesia, khususnya di bidang pertahanan dan riset kelautan.

Baca Juga: Bahas Program Latihan hingga Pendidikan 2024, TNI AU dan RSAF Gelar Pertemuan Bilateral

Heru menyampaikan harapannya kepada pihak Abeking & Rasmussen maupun PT Palindo Marine untuk memaksimalkan kerja sama selama proses pembangunan kapal BHO sehingga nantinya dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu.

“Kemhan selaku pemesan dan pemegang kontrak pengadaan kapal dengan Abeking & Rasmussen Jerman yang bekerja sama dengan galangan Kapal PT Palindo Marine Batam, ebagai bagian dari transfer of technology untuk membangun kapal BHO, agar prosesnya dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Heru, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Jumat (15/12).

Pengadaan kapal BHO oleh Kemhan untuk TNI AL ini merupakan proyek berdurasi tiga tahun yang dimulai sejak Januari 2023-Desember 2025. Tahapan proyek mencakup berbagai kegiatan, seperti Main Ships Design Plan Review, Starting of Steel Cutting.

Baca Juga: Urgensi Pembentukan Regulasi Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Kemudian, Keel Laying, Launching, Shipnaming, Comissioning, Harbour Acceptance Test, Sea Acceptance Test, Crew Training, dan diakhiri penyerahan kapal BHO kepada pihak pemerintah pada akhir 2025.

Kapal BHO yang nantinya digunakan untuk survei, pemetaan, dan deteksi bawah air maupun riset ini memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter, dan draft kapal 4,5 meter.

Selain itu, kapal BHO ini dapat menampung kapasitas 90 kru dan kecepatan 16 knot dan akan dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih dari kapal yang ada saat ini, yakni gan KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934. (at)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER