Menlu Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Transaksional

Jakarta, IDM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan politik luar negeri Indonesia selalu dijalankan sesuai prinsip dan kepentingan nasional. Hal ini disampaikan Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2024 di Bandung, Senin (8/1).
"Menyikapi dinamika tersebut, politik luar negeri Indonesia dijalankan secara konsisten berdasarkan prinsip bebas aktif, berkiblat pada kepentingan nasional, dan berkontribusi pada perdamaian dunia, sesuai mandat konstitusi," kata Retno, dikutip dari YouTube MoFa Indonesia, Senin (8/1).
Retno menjelaskan, Indonesia selalu mengedepankan diplomasi di tengah politik dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian, yakni dijalankan secara well-measured (terukur), well-calculated (diperhitungkan), action oriented (berorientasi aksi), dan result oriented (berorientasi hasil).
Kendati demikian, pada saat yang bersamaan, diplomasi Indonesia juga dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai dan prinsip yang tidak tergoyahkan. "Politik luar negeri Indonesia bukan politik luar negeri yang transaksional," tegas Retno.
Retno memaparkan diplomasi Indonesia selama 10 tahun terakhir tahun terakhir terus aktif berkontribusi bagi kawasan dan dunia. Rekam jejak Indonesia tersebut dirasakan dan diakui oleh berbagai pihak.
Ia mengutip dari Lowy Institute yang menyebut Indonesia sebagai middle power di Asia dengan pengaruh diplomatik dan kekuatan komprehensif yang terus meningkat.
Baca Juga: 3 Makanan Prajurit yang Buat Geleng Kepala, Ada Jeroan Dikira Protein
Diplomasi Indonesia juga dinilai memiliki pengaruh tertinggi di Asia Tenggara pada 2023. Sementara Chatham House menyebutkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang penting di Asia.
"Kepemimpinan Indonesia juga diakui dunia, termasuk dalam menavigasi ASEAN selama keketuaan Indonesia," ungkap Retno.
Retno juga mengutip The Strait Times pada Senin (1/1) lalu yang menuliskan bahwa keketuaan Indonesia di ASEAN sangat menonjol, sebab mampu menavigasi ASEAN melewati lanskap geopolitik global.
Kepemimpinan Indonesia di kawasan juga dinilai sangat berperan dalam mencegah Balkanisasi ASEAN sebagai sebuah organisasi kawasan. "Dari berbagai pandangan tersebut, jelas Indonesia adalah salah satu pemain utama di kawasan dan global, bukan sebagai penonton," ujar Retno. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































