Lantamal VII Gagalkan Penyelundupan 16 Calon Pekerja Migran Ilegal di Kupang

Jakarta, IDM - Tim intel dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII berhasil menggagalkan penyelundupan 16 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Senin (1/5).
Para calon pekerja tersebut dicekal personel Satgas Pam Angkutan Libur Lebaran 2023, dikarenakan tidak memiliki dokumen resmi sebagai tenaga kerja di PT Usahawan Borneo-Tawau, Malaysia Timur.
Baca Juga: Kowal Marinir Raih Mendali Emas Kejuaraan Wushu Sanda
"16 CPMI tersebut rencana akan berangkat dari Pelabuhan Tenau dengan kapal motor Bukit Siguntang tujuan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Timur," ungkap keterangan dari Pen Lantamal VII.

Lalu, 16 orang CPMI ilegal tersebut ditahan sementara di ruang tunggu keberangkatan penumpang dan didata identitas diri masing-masing. Kemudian, mereka diberikan pemahaman sekilas tentang tata cara menjadi CPMI yang benar berdasarkan aturan perundang-undangan berlaku.
Baca Juga: Secara Sukarela Warga Papua Serahkan Senjata Jenis Engkel Loop
Pencegahan penyelundupan CPMI ilegal ialah wujud kehadiran negara dalam melindungi warganya, sehingga WNI yang ingin bekerja di luar negeri bisa dipastikan terlindungi dari segi kesejahteraan, sosial, dan hukum. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































