Kamis, 22 Februari 2024

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Akan Tempuh Tiga Minggu Pelayaran ke Palestina

BACA JUGA

Jakarta, IDM – KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 bersiap untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Nantinya, kapal rumah sakit tersebut membutuhkan waktu berlayar sekitar tiga minggu menuju titik pengumpulan yang ditentukan.

“Kurang lebih perjalanan tiga minggu, 21 sampai 25 hari lah,” ungkap Komandan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Kolonel Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono, kepada awak media di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Kamis (30/11).

Saat sandar di Jakarta, kapal bantu rumah sakit tersebut telah membawa bantuan dari 80 truk yang sebelumnya dikumpulkan di Koarmada II dengan total 8.566 barang, terdiri dari 4.080 dus, 2.732 karung, 500 boks, dan 1.254 galon.

Baca Juga: Serahkan 8 Heli Baru, Prabowo: Rakyat Indonesia Bangga pada TNI AU

Dari data yang diterima, bantuan tersebut meliputi 532 karung pampers, 600 karung pakaian anak-anak, 700 karung dan 500 boks pakaian dewasa, 800 dus susu, 650 dus biskuit.

Kemudian, 1.254 air mineral galon, 1.700 dus air mineral, 460 dus obat-obatan, 450 karung yang memuat selimut, 450 karung jaket, dan 470 dus mie instan.

Palestina
Berbagai bantuan kemanusiaan untuk Palestina terkumpul di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dan siap diberangkatkan. (IDM/Faisal Ramadhan)

Tak hanya membawa bantuan yang sebelumnya terkumpul di Koarmada II, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 juga bakal mengangkut bantuan yang terkumpul di Jakarta, yakni Mako Kolinlamil.

“Untuk (bantuan yang terkumpul) di Kolinlamil sekitar 105 ribu lebih (jumlahnya),” ujar Kasubdis Penum Kolonel Laut (P) Fajar Tri Rohadi.

Baca Juga: KSAD Maruli: Prajurit Senior Juga Bisa Diperintah Intinya Komunikasi

Menunggu Perintah Keberangkatan

Sebelumnya, saat KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 berangkat dari Surabaya, Senin (27/11) untuk menuju Jakarta, Pangkoarmada II Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengungkapkan pihak TNI AL masih menunggu perintah keberangkatan kapal ke Palestina.

Sampai saat ini, kata Yayan, masih diupayakan untuk mencari pihak yang bersedia menjadi penghubung penyaluran bantuan di Gaza. Meski dari kebutuhan yang ada sudah siap diberangkatkan, namun hal itu tidak semudah dibayangkan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.

“Itu yang hingga saat ini masih kita jajaki. Sehingga seluruh bantuan, bisa terkirim dan bisa diterima oleh warga Gaza,” kata Yayan. (at)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER