Kecam Latma AS-Korsel, Korut: Picu Perang Nuklir

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korea Utara (Korut) mendesak Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan latihan militer 'Freedom Shield 24', karena dianggap sebagai latihan perang dan akan mendapat tanggapan tegas.
Dilansir dari KCNA, laman media resmi pemerintah Korut, Rabu (6/3), juru bicara Kemhan Korut menilai AS dan Korsel telah meningkatkan ketegangan di kawasan dengan melakukan 'latihan perang' di Semenanjung Korea. Latihan itu dianggap provokatif dan memicu perang nuklir.
Baca Juga: Cina Tambah Anggaran Pertahanan Hingga 7,2%
"Latihan perang skala besar yang dilakukan oleh negara pemilik senjata nuklir terbesar di dunia di Semenanjung Korea Perang, dimana perang nuklir dapat dipicu bahkan dengan percikan api, tidak pernah bisa disebut defensif," kata jubir Kemhan Korut yang tidak disebutkan namanya.
Oleh sebab itu, AS dan Korsel disebut bertanggung jawab atas memburuknya stabilitas keamanan regional, mengingat latihan militer skala besar yang mereka lakukan dan meningkatnya kehadiran aset-aset strategis AS di wilayah tersebut.
Korut pun akan terus mempertahankan postur siaga dan mengawasi tindakan militer dari kedua negara itu, serta akan menanggapi dengan tegas demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional.
Baca Juga: Perkuat Postur Pertahanan, AS dan Korsel Gelar Latma Freedom Shield 24
"AS dan Korsel akan membayar mahal atas pilihan mereka yang salah, sembari menyadari bahwa hal itu menyebabkan ketidakstabilan keamanan pada tingkat yang serius setiap saat," pungkasnya.
Korut telah meluncurkan lima uji coba rudal jelajah sejak pertengahan Januari lalu sebagai bagian dari memperkuat pertahanan. Rudal itu termasuk rudal jelajah strategis baru dan rudal yang diluncurkan dari kapal selam, keduanya dirancang memiliki hulu ledak nuklir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































