Kadispenad Minta Pendeta yang Mengaku Dibentak Oknum Babinsa Lapor Koramil atau Pomdam Jaya

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Hamim Tohari meminta pendeta yang mengaku dibentak dan diintimidasi oknum Babinsa melapor ke Koramil atau Pomdam Jaya.
Hal ini menyikapi pertanyaan wartawan terkait kasus yang viral diduga oknum Babinsa berinisial Serka S, yang juga ketua RW di Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang menolak keberadaan rumah doa di Mangunjaya tersebut.
Baca Juga: Dankodiklatal Tinjau TFG Armada Jaya 2023, Ini Empat Operasi dalam Manuver Lapangan
"Sebaiknya Pak Pendeta yang tahu melapor saja ke Koramil/Kodim atau ke Pomdam Jaya," kata Hamim seperti dikutip dari Kompas, Rabu (21/6).
Hamim mengaku belum mengetahui informasi soal oknum Babinsa yang ikut menolak keberadaan rumah doa di Mangunjaya tersebut. Sebab, hingga kini belum ada laporan apa pun kepada pihak TNI AD. Karena itu, Hamim belum mau memberi keterangan lebih lanjut mengenai hal itu.
Baca Juga: Sosialisasi UU Darurat No 12 Tahun 1951, Satgas Yonarmed 5/PG Kembali Terima Penyerahan Senpi
"Saya belum dengar kabar itu. Saya tidak bisa mengonfirmasi kalau baru info sepihak dan tidak resmi," ujar dia.
Sebelumnya keberadaan Rumah Doa Fajar Pengharapan di Graha Prima Baru, Mangunjaya, Tambun Selatan, ditolak sejumlah warga menjadi viral di media sosial. Ketua RW 027 yang diduga juga seorang anggota Babinsa, Serka S, disebut ikut menolak. Bahkan, Serka S disebut membentak dan mengintimidasi Pendeta Ellyson Lase pada Mei lalu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































