Jepang Perbolehkan Pasukan Militer Miliki Rambut Panjang

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan Jepang kini melonggarkan aturan bagi pasukan militer yang baru bergabung, yaitu memperbolehkan mereka memiliki rambut panjang.
Dilansir dari BBC, Selasa (20/2), berdasarkan aturan baru tersebut, prajurit pria diperbolehkan memiliki rambut yang lebih panjang di bagian depan tetapi tetap pendek di bagian bawah dan samping telinga. Sementara, prajurit wanita diperbolehkan memiliki rambut yang lebih panjang namun tidak boleh mencapai bahu ketika diikat agar tidak menggangu saat menggunakan helm maupun topi.
Baca Juga: Mesir Tegaskan Tidak Bangun Fasilitas Pengungsian Bagi Warga Gaza di Perbatasan
Peraturan itu diberlakukan dalam upaya menarik lebih banyak generasi muda. Sebab, pemerintahan Jepang sedang berupaya mengatasi kekurangan tentara di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan.
"Ketika negara kita menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius, kami (Kementerian Pertahanan) menyadari persaingan dengan pihak lain, termasuk sektor swasta, untuk mendapatkan talenta semakin meningkat," kata Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara.
Baca Juga: Kanada akan Kirim Lebih dari 800 Drone SkyRanger R70 ke Ukraina
Selain peraturan potongan rambut, Kementerian Pertahanan Jepang juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengizinkan orang-orang bertato untuk bergabung menjadi anggota militer. Layaknya Indonesia, tato telah lama menjadi hal yang tabu di Jepang, karena dikaitkan dengan geng terorganisir Yakuza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































