Sabtu, 2 Maret 2024

Zelensky: Rusia Kehilangan Sekitar Satu Brigade Saat Mencoba Rebut Avdiivka

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa, pasukan Rusia telah kehilangan sekitar satu brigade pasukan karena mencoba maju merebut kota Avdiivka di Ukraina timur.

“Para penyerbu melakukan beberapa upaya untuk mengepung Avdiivka, namun setiap kali tentara kami menghentikan mereka dan memukul mundur mereka, menyebabkan kerugian yang banyak. Dalam kasus ini, musuh kehilangan setidaknya satu brigade,” kata Zelensky melansir President.gov.ua, Sabtu (28/10).

Brigade bervariasi dalam ukuran dan dapat berjumlah antara 1.500 hingga 8.000 tentara. Kerugian di medan perang tidak pernah diketahui pasti tetapi diyakini jumlahnya mencapai puluhan ribu di kedua pihak sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

Baca Juga: Cina: AS Tidak Berhak Mencampuri Masalah Klaim LCS dengan Filipina

Otoritas Ukraina mengatakan Rusia telah memperbarui upayanya untuk mengepung beberapa kota termasuk Avdiivka. Mereka disebut mencoba untuk merebut posisi Ukraina dengan serangan artileri dan gelombang pasukan maupun kendaraan tempur secara terus-menerus.

Para blogger militer Rusia telah melaporkan perebutan wilayah oleh pasukan Moskow di wilayah tersebut, sementara Ukraina menggambarkan situasinya sebagai situasi yang sangat sulit dan mengatakan bahwa Moskow mengerahkan sejumlah besar pasukan untuk melakukan serangan tersebut.

Serangan Rusia di Adviivka pun telah menjadi fokus sasaran di medan perang. Ukraina dilaporkan mengalami kemajuan yang lebih lambat dibanding ekspektasi karena luasnya parit dan ladang ranjau milik Rusia. Kendati demikian, Zelensky terus melaporkan kemajuan kecil di wilayah selatan.

Baca Juga: AS Serang Markas Militan Iran di Suriah

Avdiivka, sekitar 25 km dari Donetsk yang diduduki Rusia, dikelilingi oleh wilayah yang dikuasai Rusia di utara, timur dan selatan, sehingga hanya menyisakan bagian baratnya bagi pasukan Ukraina untuk memasok dan mengevakuasi penduduk.

Kota itu juga menjadi salah satu titik perebutan sejak tahun 2014, ketika konflik pertama kali pecah antara Ukraina dan pasukan yang didukung Rusia. Vitaliy Barabash, kepala administrasi militer Avdiivka, mengatakan serangan baru-baru ini merupakan yang terbesar sejak hampir satu dekade lalu. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER