Tentara dan Milisi Sudan Perpanjang Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Kelompok yang bertikai di Sudan akhirnya setuju untuk memperpanjang gencatan senjata selama lima hari. Kesepakatan itu diraih setelah dimediasi oleh perwakilan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari DW, Selasa (30/5) sebelumnya tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) telah melakukan gencatan senjata selama satu minggu. Kesepakatan itu disebut berhasil menurunkan intensitas bentrokan tetapi bantuan kemanusiaan untuk sipil masih sangat minim.
Baca Juga: Putin Perintahkan Pasukan Militer Perkuat Keamanan di Perbatasan
AS dan Arab Saudi turut memantau implementasi kesepakatan dari jarak jauh dan mengakui banyaknya pelanggaran yang dilakukan selama satu minggu kemarin. Penduduk di sekitar Khartoum pun sempat terjebak di rumah mereka karena tentara Sudan menyerang markas paramiliter dengan artileri udara.
Konflik yang berlangsung sejak 15 April ini telah menewaskan ratusan orang dan membuat lebih dari 1,3 juta orang mengungsi ke negara-negara tetangga.
Baca Juga: Hadapi Korut, Jepang Siagakan Sistem Pertahanan Patriot Missile PAC-3 dan Standard Missile-3
Namun, AS dan Arab Saudi berhasil membujuk pihak berkonflik untuk melanjutkan gencatan senjata. Sebagai mediator, mereka menginginkan gencatan senjata dapat terus diperpanjang secara bertahap yang berujung pada terciptanya perdamaian permanen.
"Perpanjangan gencatan senjata akan memberikan waktu untuk menyebarkan bantuan kemanusiaan lebih lanjut, pemulihan layanan penting, dan diskusi potensi perpadamaian jangka panjang," tulis pernyataan bersama AS dan Arab Saudi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































