TB Simatupang Jadi Kepala Staf Angkatan Perang di Usia 30 Tahun

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Nama TB Simatupang mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga masyarakat ibu kota, karena nama sang pahlawan nasional itu digunakan sebagai nama jalan yang menghubungkan wilayah selatan dan timur Jakarta.

Tapi, tahukah siapa sejatinya sosok di balik nama TB Simatupang itu? Mengutip dari Tempo, Minggu (22/1), pria bernama lengkap Tahi Bonar Simatupang itu pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KSAP) alias Panglima TNI di usia yang muda, yakni 30 tahun.

Lahir di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia, 28 Januari 1920, Simatupang merupakan salah satu konseptor peletak dasar-dasar kemiliteran Indonesia. Karier militernya berawal saat masuk ke Koninklije Militaire Academie (KMA) Bandung pada l 1940. Setelah menempuh pendidikan selama dua tahun ia lulus sebagai perwira muda.

Setelah kemerdekaan Indonesia 1945, Simatupang bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia memiliki keunggulan di bidang organisasi dan manajemen ketentaraan yang saat itu tak banyak perwira yang menguasai masalah tersebut.

Simatupang turut bergerilya bersama Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman melawan pasukan Belanda. Selama perang tersebut, ia pun diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang (WKSAP) RI pada tahun 1948 hingga 1949. Dalam kedudukannya, Simatupang ikut mewakili TNI dalam delegasi Republik Indonesia menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda.

Ketika Jenderal Sudirman wafat pada 1950, Simatupang diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KSAP) dengan pangkat Mayor Jenderal hingga 1953. Jabatan KSAP secara hirarki organisasi kala itu berada di atas Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, dan di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan.

Baca: Kisah Dibalik Nama Leo Wattimena, Jagoan di Udara Kebanggaan TNI AU

“Pak Sim dalam tempo enam tahun telah menjadi mayor jenderal dengan jabatan KSAP yang merupakan jabatan tertinggi dalam angkatan bersenjata RI. Mungkin karir militer seperti itu tak akan ada yang menyamai dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Letjen Purn Sayidiman Suryohadiprojo dalam buku 70 Tahun Dr TB Simatupang, Saya Adalah Orang Yang Berhutang terbitan Pustaka Sinar Harapan. (at)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER