Minggu, 14 April 2024

Profil Brigjen TNI Yudha Airlangga, Eks Dansat 81/Gultor Kopassus yang Pecah Bintang

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pada akhir April 2023 lalu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan mutasi dan promosi jabatan besar-besaran di lingkungan TNI. Ketentuan ini tertuang pada SK Panglima TNI Nomor Kep/426/IV/2023 tanggal 27 April 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Total ada 172 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 85 Pati TNI AD, 37 Pati TNI AL dan 50 Pati TNI AU.

Dari 172 nama ini Yudha Airlangga menjadi salah satu perwira TNI yang masuk daftar mutasi dan Promosi. Sebelumnya, dia tengah menjabat Danrem 071/Wijayakusuma yang menjadi Komando Teritorial di bawah Kodam IV/Diponegoro. Pada mutasi tersebut, jebolan Akmil 1997 tersebut mendapat tugas baru sebagai Danpusdiklatpassus Kopassus menggantikan posisi Brigjen TNI Agus Sasmita yang dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD.

Baca Juga: 2.500 Prajurit Angkatan Laut 36 Negara Akan Jalani Sea Phase MNEK 2023

Berkaitan dengan penunjukannya sebagai Danpusdiklatpassus Kopassus, pangkat Yudha Airlangga yang sebelumnya Kolonel pecah menjadi jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal. Dan pertanggal 5 Juni 2023 Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi menerima laporan korps kenaikan pangkat 32 perwira tinggi (pati) TNI AD di Cilangkap, Jakarta.

Lalu seperti apakah sepak terjang karir militer Brigjen Yudha Airlangga?

Dilansir dari berbagai sumber, Brigjen Yudha Airlangga merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 dari kecabangan Infanteri dan mulai merintis karier militer di satuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Dia melanjutkan pendidikan milternya di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2011 dan Sesko TNI pada 2019.

Sepanjang karir militernya, sejumlah jabatan strategis pernah ditempati Yudha diantaranya Dansat-81/Kopassus (2018-2019), Asops Kasdam VI/Mulawarman (2019-2021), hingga Wadanrindam II/Sriwijaya (2021-2022).

Baca Juga: Di Asean Coast Guard Forum, Wakil Menteri Pertahanan Bahas Isu Keamanan dan Keselamatan Laut

Selanjutnya ia pernah tergabung dalam operasi milter Aceh pada 2002 dan 2004 serta terjun dalam operasi militer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon pada 2006.

Prestasi lainya pada 2014, dia menjadi komandan kontingen pada kejuaraan terjun payung militer, The 38th Conseile International Du Sport Militaire (CISM). Kejuaraan yang digelar di Stadion Manahan, Solo ini diikuti 44 Negara dan Indonesia berhasil meraih 2 medali Emas dan 1 Perak perorangan.

Pria kelahiran Surabaya, 26 Juli 1976 itu pernah dipercaya menjadi koordinator umum/perencana pemecahan rekor MURI. Rekor tersebut adalah pengibaran bendera merah putih terbesar berukuran 33,5 meter (m) X 22,5 m di Batujajar, Bandung Barat pada 11 April 2015.

Baca Juga: Ini Dua Skenario Latihan Sea Phase MNEK 2023

Terbaru, Batujajar kembali menjadi saksi bisu Yudha yang mencatat namanya di MURI. Dia menjadi salah satu dari 14 peterjun yang mengibarkan bendera merah putih terbesar berukuran 9×6 meter pada 19 Maret 2019.

Yudha pernah dianugerahi sejumlah tanda kehormatan negara. Beberapa diantaranya Satyalancana Santi Dharma, Satyalancana Ksatria Yudha, dan Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun. (rr)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER