Panglima TNI Ingatkan Prajurit Tidak Langgar HAM Selama Bertugas di Papua

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menekankan pasukannya agar tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) selama bertugas menegakkan hukum di Papua. Salah satunya menyiksa atau membunuh masyarakat sipil, terlebih yang tidak terkait dengan Kelompok Separatis Teroris (KST).
"Pelanggaran HAM tidak ada kadaluarsanya, sehingga jangan sampai setelah pensiun dikejar pengadilan HAM," tegas Yudo, dikutip dari keterangan Pusat Penerangan TNI, Minggu (30/4).
Baca Juga: Dukung KTT ASEAN 2023, KRI Banjarmasin-592 Bertolak ke Labuan Bajo
Penekanan tersebut disampaikan Yudo usai menerima Paparan Revisi UU RI Nomor 34 Tahun 2004 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia menegaskan agar prajurit fokus menegakkan hukum untuk KST dan tetap melindungi rakyat.
"Pasukan yang tergelar di Papua fokus memberantas KST beserta kelompoknya yang bersenjata dan simpatisan yang nyata-nyata turut menyerang pasukan kita," ungkapnya.
Baca Juga: Rudal VL Mica TNI AL Hancurkan Sasaran Udara di Utara Bali
Kalau pun menemukan masyarakat sipil yang diduga simpatisan KST, Yudo meminta pasukannya untuk menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar para prajurit terhindar dari aksi pelanggaran HAM.
"Bagi masyarakat sipil yang diduga simpatisan agar diserahkan ke Polri untuk diproses hukum, tidak ditangani sendiri sehingga melanggar HAM," tegas Yudo. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































