Selasa, 21 Mei 2024

Menilik Kiprah Awal Jupiter Aerobatic Team TNI AU

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Bagi para penggemar dunia dirgantara, kelompok penerbang Jupiter Aerobatic Team (JAT) memang sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Bagaimana tidak? Tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) ini kerap tampil di sejumlah perayaan penting baik di dalam dan luar negeri, di antaranya peringatan HUT TNI AU; HUT TNI; HUT RI; Singapore Air Show; dan MotoGP tahun 2022. Setiap aksi pertunjukkan mereka selalu mengundang decak kagum  para penonton. Manuver-manuver udara yang atraktif tidak pernah absen dari setiap penampilan mereka.

Melansir keterangan TNI AU dalam lamam resminya dijelaskan, pembentukan Jupiter Aerobatic Team tidak terlepas dari inisiatif para instruktur penerbang di lingkungan Skadron Pendidikan (Skadik) 103, yang mengawaki pesawat MK 53 HS Hawk. Nama ‘the Jupiter’ juga berasal dari sebutan (callsign) bagi para instruktur penerbang yang mengajar di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta dan hingga saat ini semua anggota dari JAT merupakan instruktur terbang.

Baca Juga: Hadapi Arus Mudik, Lanal Banyuwangi Gelar Patroli Laut di Perairan Selat Bali

JAT unjuk kemampuan untuk pertama kalinya saat perhelatan HUT TNI pada 5 Oktober 1997. Saat itu, JAT tampil dengan menggunakan 4 pesawat MK 53 HS Hawk. Sejak tampil perdana pada 1997, JAT sayangnya harus menghentikan kegiatan mereka di tahun 2002. Enam tahun berselang, tepatnya pada awal tahun 2008, TNI AU mulai merintis kembali tim aerobatik yang mereka miliki. Pasca vakum beberapa tahun, penerbangan pertama JAT kembali dilakukan pada upacara wingday sekolah penerbang pada 4 Juli 2008.

Jika pada awal penerbangannya, JAT menggunakan MK 53 HS Hawk, tim aerobatik kebanggaan TNI AU itu kini menggunakan pesawat KT-1B Wongbee produksi Korea Selatan. Pada awal 2011, the Jupiter semakin andal dengan menggunakan 6 pesawat KT-1B Wongbee yang telah dicat senada dengan warna bendera Indonesia, Merah Putih. Dengan pesawat propeller itu, the Jupiters juga mampu menampilkan manuver udara yang lebih bervariasi.

Baca Juga: Rekam Jejak Pembentukan Skadron Udara 31, Home of Rajawali

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pesawat tersebut mampu terbang dengan kecepatan maksimum 640 km/jam dan jangkauan hingga 1.700 km, serta ketinggian 38.000 kaki. Pesawat berkapasitas 2 orang ini menggunakan mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PT6A-62 berkekuatan 950 tenaga kuda. Sejumlah negara tercatat menjadi pengguna dari pesawat ini yakni Korea Selatan, Indonesia, Peru, Senegal, dan Turki. (yas)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER