HANKAM

Kronologi TNI AL Tangkap Kapal Pembawa 56 PMI Ilegal di Asahan

Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan
Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan menggagalkan kapal pembawa puluhan PMI ilegal dari Malaysia menuju Indonesia. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Satgas Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap kapal tanpa nama pembawa 56 orang pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Perairan Silo Laut Asahan, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (22/12), informasi berawal dari pengembangan informasi yang diterima dari masyarakat, bahwa akan ada kapal pembawa PMI ilegal dari Malaysia yang akan masuk menuju Silo Laut Asahan (Indonesia).

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim satgas menggunakan Patkamla Sea Rider melakukan penyisiran dan berhasil mendapati kapal tanpa nama.

Baca Juga: 129.923 Personel TNI- Polri Dikerahkan untuk Operasi Lilin 2023

Kemudian saat dilaksanakan pemeriksaan, tim mendapatkan tiga anak buah kapal (ABK) dan 56 orang PMI ilegal, terdiri dari 40 orang laki-laki, 16 orang perempuan, dan satu bayi berusia sekitar dua bulan.

Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan
(Foto: Dok. Dispenal)

Selanjutnya, ketiga ABK dan 56 orang PMI tersebut diamankan dan dibawa menuju Mako Lanal Tanjung Balai Asahan untuk dilaksanakan pengecekan identitas, barang bawaan, dan kesehatan.

Untuk tiga ABK tersebut dilaksanakan pendalaman di Lanal Tanjung Balai Asahan untuk proses lebih lanjut. Sementara ke-56 orang PMI akan diserahkan kepada pihak Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan.

Baca Juga: 23 Pati TNI AU Dimutasi, Termasuk Sekjen Kemhan hingga Komandan Seskoau

Danlanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, mengatakan tim satgas menggagalkan kapal pembawa PMI ilegal tersebut sebagai bentuk dari upaya penegakan hukum di laut.

"Tindakan membawa PMI secara illegal ini tidak dibenarkan oleh negara, dan TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya perdagangan manusia maupun tindak pidana dan pelanggaran hukum di laut," ucapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.