Minggu, 26 Mei 2024

Tingkatkan Kapabilitas Operasional, KSAU Ungkap Rencana Pemerintah untuk Memodernisasi Pesawat C-130H

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkap rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan modernisasi dan mengupgrade pesawat C-130H secara bertahap.

“Tujuannya agar (pesawat C-130H) memiliki commonality dengan tipe J (C-130J). Langkah ini diharapkan akan meningkatkan kapabilitas dan efisiensi operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Papua, sesuai dengan kebutuhan strategis di wilayah tersebut,” ungkap KSAU di sela-sela kunjungan kerjanya ke wilayah Papua pada Senin (4/3).

Kunker KSAU ke Papua kali ini menjadi momen menarik lantaran Fadjar memilih menggunakan pesawat angkut militer terbaru TNI AU, yaitu pesawat C-130J Super Hercules. Pesawat dengan tail number A-1343 tersebut dilaporkan tengah melaksanakan misi pertamanya ke Papua.

Baca Juga: Razia TNI-Polri di Puncak Jaya Berhasil Sita Ratusan Parang, Panah dan Katapel

“KSAU sengaja menaiki A-1343 untuk merasakan langsung pengoperasian C-130J di wilayah yang memiliki kondisi geografis yang khas,” tulis TNI AU dikutip pada Selasa (5/3).

Pada kesempatan tersebut, KSAU juga berharap bahwa misi pertama C-130J ke Papua menjadi awal dari operasional penuh pesawat-pesawat tersebut di wilayah Papua.

Alfonsus Fatma Astara Duta, Aris Febrianto
Komandan Skadaron (Danskadron) 31 Letkol Pnb Alfonsus Fatma Astara Duta (kiri) menerbangkan pesawat C-130J Super Hercules bersama Mayor Pnb Aris Febrianto dalam misi Papua. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dalam misi pertamanya ke Papua, C-130J A-1343 berhasil melaksanakan uji pendaratan di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua. Bertindak sebagai pilot pada misi itu adalah Komandan Skadaron (Danskadron) 31, Letkol Pnb Alfonsus Fatma Astara Duta yang menerbangkan pesawat bersama Mayor Pnb Aris Febrianto.

Baca Juga: HUT Ke- 63 Kostrad, Pangkostrad Pimpin Ziarah Ke TMPN Kalibata

TNI AU akan diperkuat dengan lima unit pesawat C-130J Super Hercules, di mana hingga saat ini sudah terdapat empat pesawat yang dioperasionalkan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kelima pesawat itu dipesan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI lantaran keunggulan dan kecanggihannya, salah satunya adalah kemampuan untuk mendarat di runway yang pendek.

Selain itu, pesawat angkut militer ini juga dinilai sangat efektif bagi Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan merupakan negara kepulauan.

Baca Juga: Usai Jalani Latma Milan 2024, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Sandar di Belawan

C-130J Super Hercules juga diklaim memiliki peningkatan fitur dari tipe pendahulunya, misalnya peningkatan sistem perlindungan bahan bakar, serta sistem penanganan kargo. Terdapat juga perbaikan sistem flight station yang lebih canggih dan sistem avionik digital yang terintegrasi penuh.

Pesawat ini juga telah disempurnakan dengan tampilan layar head-up, serta navigasi canggih yang mencakup sistem navigasi inersia ganda dan GPS. (yas)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER