Selasa, 5 Maret 2024

Sekjen Kemhan : ‘Two Sided Wargaming’ Asah Kemampuan Siswa Sesko TNI

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., didampingi Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Diyah Yudanardi, S.E., M.Si.Han., memberikan pembekalan wargame untuk siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Kamis (26/8/2021).

Pembekalan dengan materi ‘Two Sided Wargaming (Geladi Posko Dua Pihak Dikendalikan), Revitalisasi Learning Management System dan Wargaming System Pusoyu Sesko TNI’ digelar di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat.

Sekjen Kemhan dalam sambutannya menyatakan, diskusi seputar wargaming system dengan para pejabat Sesko TNI dan dosen adalah hal yang sangat berharga. Ini juga sebagai momentum, ajang saling berbagi pengalaman.

Marsdya TNI Donny Ermawan menjelaskan, fasilitas Learning Management System dan Wargaming System merupakan salah satu elemen penting pendukung dari 10 komponen pendidikan di Sesko TNI.

.“Kedua sistem tersebut sangat membantu serta mempermudah para perwira, siswa Sesko TNI maupun dosen, dalam proses kegiatan belajar mengajar, khususnya saat melaksanakan Geladi Posko Operasi Gabungan pada tahapan pengujian Rencana Operasi (Uji RO) yang diselenggarakan oleh Pusoyu Sesko TNI,” terangnya.

Di sela-sela penyampaian materinya, Sekjen merunut fakta sejarah pertempuran. Ia memaparkan, Angkatan Darat Prusia pada tahun 1860-an dan 1870-an memenangkan pertempuran dengan melakukan simulasi pertempuran melalui media wargame.

Kemudian Rusia yang juga mengadopsi wargame sebagai planning and training tool tahun 1875—disusul Inggris pada tahun 1878, Amerika Serikat tahun 1887 serta Prancis pada tahun 1900. Sejak saat itu, pada berbagai pertempuran dilakukan simulasi terlebih dahulu yang dituangkan dalam suatu wargame.

“Jerman awali Perang Dunia I berdasarkan Schlieffen Plan, dan serangan Jepang atas Pearl Harbour sukses karena telah direncanakan dan diuji coba secara intensif dalam wargame beberapa bulan sebelum operasi tersebut dilaksanakan,” jelas Sekjen Kemhan.Turut hadir pada acara tersebut Wadan Sesko TNI Mayjen TNI Handy Geniardi, S.E., M.M, Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra, S.T., M.Sc., M.Sc., serta para pejabat Sesko TNI dan pejabat dari Kementerian Pertahanan RI. (Issa/man)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER