INTERNASIONAL

Perjanjian Militer Dihentikan Sepihak, AS Cari Cara untuk Pertahankan Pasukan di Niger

Niger
Tentara AS yang bertugas di Niger (Foto: Dok. ANW)

Jakarta, IDM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berupaya mencari cara untuk mempertahankan pasukannya agar dapat tetap bertugas di Niger. Hal itu dilakukan usai junta Niger mendeklarasikan rencana untuk mencabut perjanjian kerja sama militer dengan AS.

Dilansir dari The New York Times, Sabtu (23/3), jika kerja sama militer itu sudah resmi dicabut, maka lebih dari 1.000 personel militer dan otoritas AS harus pergi meninggalkan Niger, negara yang menjadi kunci utama upaya kontraterorisme AS di wilayah Sahel selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Australia akan Sumbang $3 miliar untuk Pembangunan Kapal Selam AUKUS

Namun, menurut Celeste A. Wallander, asisten menhan AS, otoritas junta Niger hingga kini tidak menuntut AS untuk memulangkan pasukan meskipun mendeklarasikan pencabutan perjanjian militer antara kedua pihak.

“Pemerintah Niger tidak meminta atau menuntut agar militer Amerika Serikat mundur. Sebenarnya ada pesan yang cukup beragam. Kami sedang menindaklanjuti dan mencari klarifikasi,” kata Wallander.

Baca Juga: Meski Perang Masih Berlangsung, Rusia Klaim Produksi Amunisi Meningkat

Ia pun mengatakan junta Niger telah meyakinkan bahwa pasukan militer AS dilindungi dan mereka tidak akan mengambil tindakan yang dapat menimbulkan konflik. Selain itu, ia kembali menekankan kekhawatiran keputusan junta Niger untuk mempererat hubungan dengan Rusia. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.