Pentagon Sebut F-16 Bukan ‘Senjata Ajaib’ bagi Ukraina

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dan menyusun program dengan sekutu untuk melatih pilot Ukraina menerbangkan jet tempur F-16. Hanya saja, Pentagon menyebut pengerahan armada F-16 bukanlah solusi ajaib untuk perang melawan Rusia.
Dilansir dari Politico, Sabtu (27/5), Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Jenderal Angkatan Darat Mark Milley saat konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin di Pentagon. Menurutnya, pengerahan F-16 bagi Ukraina merupakan hal yang sangat kompleks.
Baca Juga: Menlu Rusia: Ada Hambatan untuk Berdamai dengan Ukraina
“Tidak ada senjata ajaib dalam perang, bukan F-16 dan begitupun tidak ada senjata lain,” katanya Milley.
Milley mengatakan, menyediakan 10 unit F-16 dapat menelan biaya sekitar US$ 2 miliar. Sedangkan, Ukraina membutuhkan jauh lebih banyak pesawat tempur tersebut jika benar-benar ingin memukul mundur Rusia.
“Rusia memiliki seribu pesawat tempur generasi keempat dan kelima, jadi jika Anda akan melawan Rusia di udara, Anda akan membutuhkan sejumlah besar pesawat tempur generasi keempat dan kelima," ungkapnya.
Baca Juga: Uji Coba Rudal Balistik Iran Memicu Kekhawatiran Eskalasi Nuklir
Kendati demikian, Milley menilai AS bersama sekutu telah memutuskan langkah yang benar dalam melatih pilot Ukraina. Pertahanan udara merupakan hal yang krusial dan Ukraina masih harus meningkatkan kapabilitas maupun kuantitas militernya di perbatasan.
"Akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun angkatan udara dengan ukuran dan ruang lingkup serta skala yang diperlukan," tambahnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































