Minggu, 26 Mei 2024

Kapal Milisi Cina Berlayar Menuju 6 Kapal Perang ASEAN, Ada Apa?

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Lima kapal milisi maritim Cina mengubah arah dan berbelok menuju enam kapal perang negara ASEAN yang tengah melakukan latihan maritim ASEAN-India (AIME) perdana di Laut Cina Selatan, Senin (8/5).

Data dari Pusat Inovasi Keamanan Nasional Gordian Knot Stanford, mengungkapkan keenam kapal terdiri dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332, HTMS Pattani (Thailand), KDB Darulehsan (Brunei Darussalam), India Warship-F48, BRP Antonio Luna (Filipina), dan PHU QUY-01501.

Ketua Proyek Gordian Knot Center Myoushu (Laut Cina Selatan) Ray Powell, di cuitan akun Twitternya, mengungkapkan karena jarak antara dua kelompok kapal tersebut mendekati 70 km, tiga kapal ASEAN (India, Filipina, dan Indonesia) tidak lagi terdeteksi AIS atau navigasi kapal.

Baca Juga: Turki Rilis ‘Kaan’ Pesawat Tempur Generasi ke-5

“Saya curiga mereka masih bersama kapal lain yang terlihat AIS (Vietnam, Brunei, dan Thailand) tetapi tidak dapat mengonfirmasi,” ungkap @GordianKnotRay.

Sebelumnya, kapal milisi maritim Cina adalah kapal nelayan yang dipersenjatai, ditugaskan, dan dibiayai oleh pemerintahan Republik Rakyat China, untuk melaporkan posisi kapal (termasuk kapal perang) di area Laut Cina Selatan.

Dilansir dari Philstar.com, Ray menjelaskan keenam kapal perang negara ASEAN melakukan latihan maritim yang berlangsung dari 2-8 Mei. Saat Minggu (7/5) malam, lima kapal milisi maritim Cina meluncur ke arah mereka.

“Pada tahap pertama, kapal milisi maritim Cina berada di jarak 145 kilometer. Tidak bergerak sangat cepat,” jelasnya.

Baca Juga: Kremlin Janjikan Pasokan Senjata Lebih Banyak, Wagner Batal Mundur dari Bakhmut

Namun, saat Senin (8/5) pagi, tiga dari lima kapal milisi maritim Cina mulai meninggalkan kawasan Zamora (Subi) dan memisahkan diri, kemudian menuju ke area enam kapal perang ASEAN yang sedang melakukan latihan.

“Menurut saya, Cina tidak senang dengan fakta ASEAN berlatih di tempat yang dianggap Cina sebagai perairannya,” ungkap Ray.

“Saya pikir ini pesan untuk memberi tahu negara-negara ASEAN, ini adalah perairan Cina dan mereka akan mengawasinya saat berada di sini,” imbuhnya. (at)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER