Dua Kapal Pemburu Ranjau dari Jerman Ditempatkan di Koarmada II

Jakarta, IDM - Dua unit kapal pemburu ranjau jenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), yakni KRI Pulau Fani-737 dan KRI Pulau Fanildo-372 bakal ditempatkan di Koarmada II.
“Kapal ini memang nantinya ditujukan kepada Koarmada II,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (31/5).
Nantinya, lanjut Ali, kapal pemburu ranjau yang sudah ada di Koarmada II akan dipertimbangkan untuk disebar ke Koarmada lainnya.
Baca Juga: Bertemu KSAD Italia, Jenderal Dudung Dukung Kerja Sama Bilateral, Apa Saja?
“Mungkin akan kita pertimbangkan untuk disebar ke Koarmada lain yang belum memiliki kapal pemburu ranjau,” ujar Ali.
Sementara untuk persiapan pengawak kedua kapal pemburu ranjau tersebut, Ali mengatakan para personel dari TNI AL sudah dikirim ke Jerman untuk mengikuti latihan selama beberapa bulan.
“Mereka berlatih di sana dan melaksanakan semua operasi-operasi tindakan perlawanan ranjau sesuai tugas dan fungsi dari kapal tersebut,” kata Ali.
KRI Pulau Fani-737 dan KRI Pulau Fanildo-372 menggunakm bahan baja non-magnetik serta memiliki Degaussing System dan dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi kemagnetan kapal serta tingkat kebisingan.
Baca Juga: Pererat Hubungan Pertahanan, Asintel Kas Koopsudnas Terima Kunjungan Delegasi PAF
Panjang kedua kapal pemburu ranjau tersebut 61,3 m dan lebar 11,1 m, didukung peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air serta memiliki Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengidentifikasi dan menetralisir ranjau.
Keduanya juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air dan Unmanned Surface Vessel (UAV), yakni kapal tanpa awal untuk pemburuan ranjau. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































