30 Pama TNI AL Jalani Kursus Manajemen Penyelamatan Kapal dan Nubika

Jakarta, IDM - Sebanyak 30 perwira pertama dari berbagai Komando Utama (Kotama) TNI AL di Indonesia, selesai mengikuti kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Biologi dan Kimia (Peknubika) 2023.
Berakhirnya kursus tersebut ditutup secara resmi oleh Danpuspeknubika Kodikdukum Kodiklatal Kolonel Laut (T) I Nengah Sukadana di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/8).
Baca Juga: KSAD Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 14 Pati TNI AD
Dalam amanatnya, Sukadana mengatakan ilmu peknubika sangat diperlukan dalam penugasan, bilamana terjadi kebakaran maupun kebocoran yang menimpa alutsista.

"Khususnya di KRI yang berada di pangkalan maupun yang sedang melaksanakan tugas operasi," katanya dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Sabtu (5/8).
Ia berharap, melalui kursus peknubika, para perserta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal manajemen penyelamatan kapal dan nubika.
Baca Juga: Tiga Delegasi TNI AL Ikuti Simposium Internasional Kedokteran Gigi di Jerman
"Sehingga pada penugasan nanti, tiap personel dapat menjadi motor dan inspirator dalam mencegah kecelakaan di pangkalan maupun di laut, " ujarnya.
Terkait proses belajar mengajar selama kursus, Sukadana membuka kesempatan para mantan siswa untuk menyampaikan kritik dan saran.
"Saya berharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi kemajuan suspeknubika di masa mendatang," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































