Selasa, 5 Maret 2024

TNI AL Tambah Alutsista Power Support dan Striking Force

BACA JUGA

Surabaya, IDM – Kekuatan kapal bantuan (Power Support) dan kekuatan kapal tempur (Striking Force) jajaran Armada TNI Angkatan Laut (TNI AL) semakin kuat dengan kehadiran KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI Golok-688. Prosesi delivery dua kapal produksi anak bangsa ini diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Jumat (14/01).

Delivery hari ini memiliki makna penting dari berbagai aspek, khususnya berkaitan dengan galangan pembuat dan jenis kapalnya sendiri. Sebagaimana diketahui dua kapal ini merupakan karya anak bangsa, produksi galangan dalam negeri. Hal ini merupakan bentuk dari penguasaan Naval Technology oleh bangsa Indonesia, yang mengandung arti penting sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri,” ungkap KSAL seperti dikutip dari keterangan tertulis Dispenal yang diterima redaksi, Senin (17/01).

Lebih jauh Laksamana Yudo menjelaskan KRI Golok-688 adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang yang diproduksi oleh PT Lundin dan sudah mengadopsi teknologi terbaru. Ini merupakan wujud nyata dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk memodernisasi Alat utama sistem persenjataan (Alutsista). 

Sedangkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-911 adalah kapal jenis bantu rumah sakit produksi PT PAL Indonesia. Kapal jenis ini bukan hanya penting untuk mendukung operasi laut sebagai bagian dari gugus tugas dan armada angkatan laut, tetapi juga sangat diperlukan dalam operasi kemanusiaan.

TNI AL Tambah Alutsista Power Support dan Striking Force
(Dok. Dispenal)

“Bagi Indonesia memiliki kapal-kapal dengan teknologi modern bukan hanya kebutuhan tetapi sebuah keniscayaan, sebab ancaman yang harus dihadapi semakin kompleks. Demikian halnya kapal rumah sakit juga sangat penting dan diperlukan, karena bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana dari satu pulau ke pulau lain melintasi perairan. Oleh karena itu, kapal rumah sakit memiliki multi fungsi yang sangat dibutuhkan,” ungkap KSAL.

Untuk diketahui, prosesi delivery dua kapal ini sudah memasuki tahapan akhir yaitu delivery ceremony dari pembangunan sebuah kapal yang diawali dengan steel cutting dilanjutkan dengan keel laying, launching, ship naming, dan comodore inspection.

Pada kesempatan tersebut, KSAL juga mengukuhkan jabatan Komandan KRI kepada Kolonel Laut (P) Anton Pratomo yang merupakan Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 45 sebagai Komandan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dan Letkol Laut (P) Primayantha Alumni AAL Angkatan 48 sebagai Komandan KRI Golok-688.

Turut hadir dalam acara tersebut, para Pejabat Utama Mabesal, para Pimpinan Kotama TNI AL wilayah Surabaya, para Kadis terkait, Direktur PT. Lundin Industry Invest, Direktur Produksi PT.PAL Indonesia serta undangan lainnya. (yas)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER