Selasa, 21 Mei 2024

KRI Kakap-811 Evakuasi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Ruang

BACA JUGA

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan unsur armadanya, yakni KRI Kakap-811 untuk mengevakuasi dan membawa barang bantuan bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara, Kamis (18/4).

Dikutip dari keterangan Dispenal, TNI AL menyiagakan KRI Kakap-811 untuk evakuasi selama 1×24 jam di Kabupaten Kepulauan Siau Taguladang Biaro serta membawa sejumlah bantuan kebutuhan pokok dari Kementerian Sosial.

Bantuan yang dibawa KRI Kakap-811 terdiri dari ribuan paket makanan, selimut, tenda, genset hingga pakaian untuk orang dewasa maupun anak-anak yang dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi darurat.

Baca Juga: Bakti Sosial Peringatan HUT ke-78 TNI AU, Lanud Atang Sendjaja Beri Bantuan Kaki Palsu

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado Laksamana Pertama Nouldy J. Tangka menjelaskan TNI AL juga menyiapkan 400 personel untuk penanggulangan bencana erupsi Gunung Ruang.

TNI AL
(Foto: Dok. Dispenal)

“400 personel terdiri dari unsur KRI, Markas Komando Lantamal VIII, Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna, Marinir Yonmarhanlan, dan tenaga kesehatan TNI AL untuk operasional posko penanggulangan bencana,” jelas Nouldy.

Sementara itu, letusan Gunung Ruang di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mulai mereda sejak Kamis dini hari. Kendati demikian, status gunung yang memiliki ketinggian puncak 725 meter itu masih berstatus Awas atau level IV.

Baca Juga: Program Ketahanan Pangan, Kementan dan Kodam Cendrawasih Akan Buka Lahan 500 Hektare

“Rekaman erupsi yang berasal dari Gunung Ruang di Stasiun Gunung Awu, Soputan, Tangkoko, dan Mahawu mulai mereda pada tanggal 18 April 2024 pukul 02.50 WITA,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Hendra Gunawan dalam keterangannya.

TNI AL
(Foto: Dok. Dispenal)

Dikatakan, hingga pukul 06.00 WITA, erupsi sudah tidak terekam di stasiun-stasiun gunung tersebut. Bahkan pada 17 April 2024 pukul 2039 WITA, stasiun pemantauan seismik yang berada di Pulau Ruang tidak mengirimkan data kegempaan, diduga stasiun mengalami kerusakan akibat material hasil erupsi.

Baca Juga: TNI AD Kirim Satgas Gulbencal Respons Meletusnya Gunung Ruang di Sulawesi Utara

“Pemantauan visual saat ini tanggal 18 April 2024 hingga pukul 12.00 WITA, masih teramati erupsi berupa asap menerus berwarna putih hingga kecoklatan dengan intensitas relatif lemah,” ucapnya.

Meski begitu, hasil pemantauan visual, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Ruang masih tinggi. Potensi bahaya yang mungkin terjadi adalah erupsi eksplosif menghasilkan lontaran batu (pijar) ke segala arah yang bisa diikuti dengan awan panas maupun erupsi efusif (aliran lava). (at)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER