Sabtu, 20 April 2024

Konflik Meningkat, PBB Tarik Pasukan Perdamaian Dari Mali

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengumumkan bahwa mereka mulai menarik pasukan perdamaian dari dua markas di wilayah Mali, di tengah meningkatnya ancaman dan serangan pemberontak.

Dilansir dari Un.org, laman resmi PBB, Rabu (18/10), misi perdamaian PBB di Mali, atau dikenal sebagai MINUSMA, mempercepat penarikan pasukan di Tessalit dan Aguelhok. Sebab, konflik antara tentara Mali dan pemberontak telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak MINUSMA menyelesaikan tahap pertama penarikan diri pada Agustus lalu.

Baca Juga: Jepang akan Kirim Bantuan $10 Juta untuk Dukung Warga Sipil di Gaza

“Hampir 13.000 personel dan staf sipil akan dipulangkan, sementara peralatan seperti kendaraan akan direlokasi ke misi perdamaian lain atau dipulangkan ke negara-negara yang pemasok,” tulis PBB.

PBB menjelaskan, pihaknya bertekad untuk menyelesaikan penarikan pasukan tepat waktu sesuai permintaan pemimpin junta militer Mali pada awal tahun. Namun, kondisi keamanan yang terus memburuk menghambat proses pemulangan pasukan.

“MINUSMA telah bekerja keras untuk memenuhi tenggat waktu, namun sejak 24 September konvoi logistik tidak diizinkan bergerak dari Gao untuk mengambil peralatan di Aguelhok, Tessalit dan Kidal,” jelasnya.

Baca Juga: Korsel Pamer Pesawat Tempur KF-21 di ADEX 2023

Konflik bersenjata di Mali bermula pada awal 2012, ketika etnis Tuareg di utara memberontak dan mendeklarasikan negara merdeka sendiri yang disebut Azawad. Namun, saat berupaya mengambil alih sepertiga wilayah di Mali, mereka diintervensi oleh kelompok ekstremis yang menguasai wilayah Gao, dan Timbuktu.

Sejak saat itu, pasukan perdamaian PBB telah bertugas membendung konflik antar pihak yang saling meperebutkan wilayah kekuasaan. Misi di Mali ini pun menjadi salah satu yang paling berbahaya karena lebih dari 300 pasukan perdamaian tewas saat bertugas. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER