Senin, 26 Februari 2024

Kisah Serma Riadi, Babinsa yang Ditangisi Anak-anak Saat Pindah Tugas

BACA JUGA

Jakarta, lDM – Hari itu rasanya begitu berat untuk Sersan Mayor Mohammad Riadi. Bintara pembina desa (Babinsa) di Hote, Waesama, Buru Selatan, Maluku ini harus segera pindah tugas ke tanah kelahirannya di Bangkalan, Madura.

Buat Riadi, pindah tugas ke kampung halaman adalah berkah, namun meninggalkan anak-anak yang sudah ia bimbing sejak tahun 2020 adalah hal yang paling menyesakkan. Ditambah lagi saat pamit, anak-anak itu terus mengiringi kepergiannya dengan tangisan.

Baca Juga: Tiba di Lanud SMH Palembang, Jajaran Koopsud I Siap Mengasah Kapabilitas dalam Latihan Jalak Sakti 2023

“Om Tentara, kenapa tinggalkan kami di sini. Siapa lagi yang bisa ajar kami mengaji. Kami mau Om Tentara cepat pulang,” kata Mumang Umanailo sambil terus menangis.

Kepergian Serma Riadi meninggalkan Hote, Waesama, terjadi pada tanggal 12 Januari 2023 dan kini Sabtu, 27 Mei 2023 ternyata dia kembali ke anak-anak itu lagi. Rupanya tangisan Mumang Umanailo seperti terjawab dan dikabulkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

“Mereka kaget saya kembali lagi ke sana, karena memang saya tak bilang-bilang mau pulang. Mumang itu paling keras tangisnya, setelahnya barulah tersenyum semringah,” kata Serma Riadi.

Baca Juga: Kontingen Garuda AD Juara Umum Pencak Silat Terbuka Piala KSAD 1

Sementara itu menurut KSAD Serma Riadi adalah contoh Tentara yang diantar penuh cinta, dan dinanti penuh rindu. Apa yang dilakukan Babinsa Koramil 1506-05/Wamsisi ini sangat saya apresiasi.

“Saya sangat mengapresiasi pengabdian yang dilakukan Serma Riadi di wilayah tugasnya. Kehadiran prajurit TNI Angkatan Darat memang harus menjadi solusi yang terbaik untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi di tengah masyarakat. Serma Riadi sudah menunjukkan jati diri seorang prajurit. Ini harus menjadi contoh bagi lainnya,” kata KSAD. (rr)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER