Australia Jawab Kekhawatiran Indonesia Soal Proyek Kapal Selam Nuklir

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Australia akhirnya merespon kekhawatiran Indonesia soal proyek pengembangan kapal selam bertenaga nuklir yang saat ini tengah dilakukan mereka bersama-sama dengan Amerika Serikat dan Inggris.

“Kami menegaskan bahwa pengembangan kapal selam bertenaga nuklir ini murni sebagai bentuk kerja sama dalam pengembangan industri teknologi pertahanan; dan “sama sekali bukan sebagai pakta pertahanan baru,” kata Acting Deputy Secretary Strategic Policy and Industry at Australian Department of Defence, Mr Hugh Jeffry saat bertemu Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra beberapa waktu lalu.

Jefri mengatakan Australia memahami bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra yang paling penting di Asia Tenggara.

“Keamanan negara Anda menjadi keamanan negara kami juga; sehingga kami ingin memastikan bahwa kami mendukung kebijakan non-nuklir di kawasan regional Asia dan di dunia,” ujar Jeffry.

Menanggapi ini Wamenhan M. Herindra mengatakan Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan mitra utama di kawasan, terutama di bidang pertahanan. Kedekatan ini terbentuk bukan hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena adanya, yaitu menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Pengembangan kerja sama di sektor industri pertahanan akan membuka peluang bagikedua negara, Indonesia dan Australia, dalam mekanisme global supply chain. Itulah sebabnya sangat penting bagi kedua negara ini untuk terus mencari peluang-peluang kerja sama yang berbasis pada pertahanan,” ujar Herindra.

Australia sendiri membuat kesepakatan trilateral dengan Amerika Serikat dan Inggris atau disebut dengan AUKUS. Dalam kesepakatan ini, Australia bakal mendapatkan teknologi nuklir yang bakal digunakan sebagai tenaga kapal selam mereka.

Menurut Pengamat Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam Ristian Atriandi Supriyanto seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin, (23/1) dampak yang terjadi ke RI jika kapal selam bertenaga nuklir Australia dari AUKUS dibuat.

Baca: Kapal Tanker TNI AL Usir Kapal Penjaga Pantai China di Natuna

Ia mengatakan Indonesia mungkin dapat terseret konflik geopolitik yang melibatkan negara-negara adidaya imbas pembuatan kapal tersebut.

Selain itu dampak lain adalah peningkatan kepadatan lalu lintas militer di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) termasuk nanti adanya pencemaran laut dan zat radioaktif jika kapal selam bertenaga nuklir mengalami kecelakaan atau tubrukan. (rr)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER