Ancaman Korut Meningkat, AS dan Korsel Gelar Latihan Maritim

BACA JUGA

ads-custom-1

IDM – Sebuah kapal Induk AS Ronald Reagan dan pasukan tempurnya memulai latihan militer dengan kapal perang Korsel di lepas pantai timur Semenanjung Korea, Senin (26/9). Latihan ini adalah yang perdana dalam lima tahun dan dilakukan sehari setelah Korut melakukan uji tembak rudal balistik jarak pendek.

Dilansir dari Pacom.mil, Senin (26/9), Komandan Satuan CSG 5 Laksamana Muda Michael Donnelly mengatakan bahwa “Aliansi Korsel-AS adalah aliansi terkuat di dunia, dan akan semakin kuat melalui pelatihan reguler dan kerjasama yang erat dari operasi di laut bersama.” Latihan selama empat hari ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatan dan tekad sekutu dengan membangun kesiapan tempur, khususnya untuk menghadapi provokasi Korut.

Latihan ini melibatkan lebih dari 20 kapal AS dan Korsel, termasuk kapal induk AS bertenaga nuklir Ronald Reagan, kapal penjelajah serta kapal perusak Korsel dan AS. Bahkan, jet tempur dan helikopter dari kedua negara pun juga akan ambil bagian dalam pelatihan tersebut. Dimana, latihan pertahanan ini terdiri dari operasi perang anti-kapal selam, operasi pertahanan udara, operasi rudal, dan formasi berlayar di laut. Serangkaian operasi tersebut akan memperkuat interoperabilitas maritim, prosedur, teknik, dan taktik pertahanan pasukan dari kedua negara di wilayah regional.

Angkatan Laut AS telah aktif mempertahankan kehadirannya di kawasan Indo-Pasifik untuk membantu menjaga perdamaian dan keamanan dengan sekutu. Latihan dengan Korsel adalah bagian dari menyeimbangkan kekuatan sekaligus respons terhadap uji coba nuklir dan rudal Korut. Selama satu tahun terakhir, Korut telah meluncurkan beberapa rudal dan yang terbaru dilakukan pada Minggu (25/9). Rudal tersebut meluncur sejauh 600 km lintas negara pada ketinggian maksimum 60 km sebelum mendarat di perairan lepas pantai timur Korut. (BP)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER