Menhan Prabowo: Perang Masa Depan Adalah Perang Pangan

143
Foto Dok/IDM

Jakarta, IDM- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan perang di masa depan adalah perang menguasai sumber alam, khususnya pangan. “Meski sekarang kita tidak dalam suasana perang, banyak ahli yang memprediksi bahwa perang masa depan adalah perang menguasai sumber alam dan terutama pangan,” kata Prabowo, Jumat (23/10).

Perang masa depan ini menjadi perhatian Prabowo saat memberi sambutan di Rapat Senat Terbuka Dies Natalies ke-57 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disiarkan secara daring. Melalui pidato berjudul ‘Dukungan Sektor Kehutanan untuk Kedaulatan Pangan Nasional’, Prabowo menyatakan sektor kehutanan berperan penting dalam ketahanan nasional.

Menurutnya, kekhawatiran soal perang pangan ini beralasan jika mencermati perkembangan dan dinamika strategi global, regional, dan nasional. “Salah satunya seperti jumlah penduduk semakin meningkat tetapi lahan pertanian malah menyusut karena masifnya alih fungsi lahan,” katanya.

Prabowo menyoroti banyaknya lahan pertanian berubah menjadi real estate. “Pertanyaannya adalah apakah kita bisa makan semen? Apakah kita bisa makan beton? Untuk apa menara-menara apartemen real estate yang hebat-hebat kalau rakyat tidak bisa makan,” ujarnya.

Menurut Prabowo, gambaran penyusutan lahan pangan ini mempertegas tesis Robert Malthus bahwa pertumbuhan penduduk cenderung melampaui pertumbuhan makanan. Untuk itu, ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan harus menjadi tekad bersama.”Salah satu sumber daya alam yang penting terkait dengan kedaulatan pangan adalah berasal dari sumber daya hutan,” katanya.

Pasalnya lahan hutan Indonesia menghasilkan aneka ragam pangan, seperti padi, jagung, kacang-kacangan, ubi kayu, dan kayu berkualitas premium. Kekayaan ini menarik bagi kolonialisme Eropa yang awalnya mencari rempah-rempah. Namun kemudian, Prabowo menyatakan, pihak kolonial memandang Indonesia menjadi sumber kekayaan yang harus diperas. (wan/man)