Kawal Pembangunan, Tiga Satgas TNI AD Tiba di Papua

Jakarta, IDM - Sebanyak tiga Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) TNI AD tiba di Sorong, Papua, Rabu, (12/4). Para prajurit ini nantinya akan dibagi ke seluruh wilayah Kodam Kasuari guna mengawal setiap pembangunan pemerintah.
"Pasukan itu berjumlah tiga satgas, yakni dua satgas sudah tiba di Sorong, dan satu satgas lagi dalam perjalanan atau masih di Ambon. Dua satgas yang sudah tiba adalah Batalion 133/ Satria Yudha berasal dari Kodam I/Bukit Barisan Palembang dan Batalion 623/ Bakti Wira Utama dari Kodam VI/ Wulawarman Makassar," kata Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Gabriel Lema seperti dikutip dari Antara, Kamis, (13/4).
Lanjut Gabriel dari tiga Satgas ini totalnya berjumlah 1.200 personel, setiap batalion mengirimkan 400 personel sehingga jumlahnya 1.200 personel. Selanjutnya dikirim ke seluruh wilayah Kodam XVIII Kasuari yang meliputi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Mereka bertugas selama setahun untuk mengamankan pembangunan.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Pimpin Latihan Terintegrasi Satgas PBB Lebanon
"Intinya mengamankan pembangunan. Yang menjadi atensi atau komitmen dari Bapak Presiden Joko Widodo dan jajarannya ke bawah adalah bagaimana berupaya melakukan pembangunan dengan istilah tidak hanya berjalan, tetapi berlari," kata Gabriel.
Selain itu, kata Gabriel tugas pokok TNI adalah mengawal dan menjaga keutuhan wilayah NKRI sekaligus memastikan perlindungan terhadap bangsa dan negara.
Kehadiran TNI AD, kata Panglima Kodam Kasuari, selain memberikan pengaman, juga sebagai bagian katalisator dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga: KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 Berhasil Lulus Commodore Inspection
Menurut dia, ada masyarakat yang mungkin masih butuh pendekatan sehingga TNI harus tahu persis dan realistis untuk memberikan edukasi secara baik dan maksimal.
Pangdam Kasuari pun berpesan agar menyiapkan diri baik fisik dan mental secara baik di tempat tugas, kemudian mempelajari karakteristik masyarakat setempat melalui pendekatan humanis.
"Prajurit menjalin komunikasi yang harmonis dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda setempat guna menunjang pelaksanaan tugas pengamanan pembangunan," kata Gabriel. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































