INTERNASIONAL

Hadapi Dinamika Ancaman, Presiden Korut Serukan Peningkatan Angkatan Laut

Presiden Korea Utara Kim Jong Un
Presiden Korea Utara Kim Jong Un saat perayaan Hari Angkatan Laut. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan agar Angkatan Laut negaranya terus meningkatkan kekuatan militer. Permintaan itu menyusul tindakan Amerika Serikat (AS) yang menurutnya telah mengubah perairan Semenanjung Korea menjadi “tidak stabil dengan bahaya perang nuklir".

Dilansir dari Kcna.kp, laman resmi pemerintah Korut, Selasa (29/8), Kim menyampaikan pidato dalam rangka memperingati Hari Angkatan Laut di Komando Angkatan Laut Pyongyang.

"Baru-baru ini, para geng AS, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengumumkan bahwa mereka akan melakukan latihan militer gabungan tripartit secara teratur," kata Kim.

Baca Juga: Rusia Klaim Tembak Jatuh Drone Ukraina yang Mendekati Moskow

"Karena tindakan konfrontatif yang ceroboh dari AS dan kekuatan musuh lainnya, perairan di Semenanjung Korea telah menjadi pusat konsentrasi alat perang terbesar di dunia, dan menjadi perairan yang paling tidak stabil dengan bahaya perang nuklir," tambahnya.

Kim menegaskan agar Angkatan Laut senantiasa menjaga kesiapan dan kewaspadaan perang. Ia juga berkomitmen untuk menambah modernisasi persenjataan.

“Angkatan Laut Korut akan menjadi komponen pencegahan nuklir negara yang menjalankan tugas strategisnya,” ujarnya.

Baca Juga: Swedia Mendakwa Warga Negaranya yang Bekerja untuk Badan Intelijen Rusia

Pernyataan Kim itu mengacu pada KTT AS, Jepang dan Korsel di Camp David pada pertengahan Agustus lalu. Dal pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk mempererat kerja sama militer serta memproyeksikan persatuan dalam menghadapi meningkatnya kekuatan Cina dan ancaman nuklir Korut.

AS dan Korsel telah memulai latihan Ulchi Freedom Shield, yang dirancang untuk meningkatkan tanggapan bersama terhadap postur konfrontasi Korut. Sementara, Kim menilai kegiatan itu sebagai latihan perang. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.