UNHAN Gelar Short Course “On Warfare and Strategy”

5

Bogor, IDM – Universitas Pertahanan (Unhan) menyelenggarakan Kursus Singkat Peperangan dan Strategi (Short Course On Warfare and Strategy) bagi Perwira TNI yang akan dilaksanakan melalui video conference mulai tanggal 16 s.d 21 November 2020 bertempat di Gd.Auditorium Lt.2 Kampus Bela Negara Unhan Kawasan IPSC Sentul-Jawa Barat.

Kursus singkat ini, dibuka oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto sekaligus pemateri dengan topik Guerrilla Warfare & Counter-Guerrila Operation didampingi Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR.

Melalui kegiatan kursus singkat internasional ini, para Pamen/PatiTNI peserta kursus akan mendapatkan ilmu strategi yang akan disampaikan oleh para pakar strategi terbaik dari berbagai perguruan tinggi ternama. Diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keahlian menerapkan teori-teori strategi inti dalam berperang.

Short Course On Warfare and Strategy menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Prof. Dr. Christopher Bassford US NDU Washington D.C. dengan topik The Clausewitz Theory of War, Prof. Patrick Porter University of Birmingham UK topik The Clausewitz Theory in the 21st Century, Dr. Hassan Elbahtimy King’s College London UK topik Arab Strategy During The 1973 War, Andrew R. Wilson US NWC Rhode Island topik The Sun Tzu Theory in the 21st Century, Colonel Zhao Siyang Chinese NDU topik Application of Sun Tzu Theory in Asymmetric Warfare, Prof. Sir Hew Strachan All Souls College University of Oxford topik Sir Basil Liddell Hart & the Indirect Approach to War, Harry S. Laver Army’s CGSC, Forth Leavenworth topik The Military Strategy of General Ulysses S. Grant, RADM (RETD) Sudarshan Y. Shrikhande, AVSM Indian NDC New Delhi topik Indian Military Strategy during the 1971 India-Pakistan War, Dr. Ahron Bregman King’s College London, UK topik Israeli Military Strategy during the 1973 Yom Kippur War, Prof. Geoffrey Till US NWC, Rhode Island/ King’s College, UK topik Maritime Power in the 21st Century, Ltg. (Retd) Sayidiman Suryohadiprodjo Indonesian Veteran topik The Philosophy And Principles Of Sishankamrata, Prof. Mark Edele University of Melbourne topik WW-II: Soviet Military Strategy and Industrial Mobilization, Dr. David Jordan King’s College London, UK topik Air Power in the 21st Century, Dr. David H. Ucko US NDU Washington, D.C topik Sir Robert Thompson’s Theories on Counter-insurgency, Senior Colonel Vu Khanh Strategic Institute Hanoi Vietnam topik Vietnamese Military Strategy during the Dien Bien Phu Campaign, Ltg. (Retd) Arun Kumar Sahni Pvsm, Uysm, Sm, Vsm Former General Officer Commanding in Chief, Indian Army topik Indian Strategy during 1999 India-Pakistan War.

Pemateri pertama setelah acara dibuka oleh Menhan dari Prof. Dr. Christopher Bassford US NDU, Washington D.C dengan topik The Clausewitz Theory of War, menjelaskan tentang tentang faktor manusia dan sosial mempengaruhi hasil, ditambah faktor taktis dan teknologi. Perang adalah senjata pemerintah yang mengkombinasikan tujuan politik, peluang, ancaman, alat, cara dan manifestasinya dalam dinamika perang. Penekanan pada perbedaan perang dengan aktifitas manusia yang lain. Perang adalah penggunaan kekuatan yang terorganisir di mana hasilnya berupa pertumpahan darah tak terelakkan dengan tujuan memaksa musuh melakukan apa kehendak kita.

Berikutnya Prof. Patrick Porter dengan topik The Clausewitz Theory in the 21st Century, menjelaskan sejumlah peristiwa di abad kontemporer ini, teori Clausewitz dianggap sebagai salah satu referensi teoritis terpenting dalam studi strategi. Clausewitz memiliki kekhasan yang berfokus pada keunggulan massa dan keutamaan pendekatan koersif. Berdasarkan observasinya dalam peperangan di Eropa selama abad ke-17, Clausewitz menyimpulkan trinitas militer, pemerintah, dan rakyat merupakan kunci utama bagi suatu negara untuk memenangkan perang total.

Selanjutnya Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo mengangkat topik tentang Filsafat dan Prinsip-prinsip Sishankamrata, perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi memicu transformasi perang dari model konvensional yang terpusat pada militer saja menjadi perang semesta yang memobilisasi rakyat. Dukungan penuh rakyat dan taktik gerilya nyatanya mampu membebaskan Indonesia dari kekuatan kolonial yang memiliki keunggulan Alutsista. Tantangan perang terkini justru datang dari ancaman non-kekerasan dan ofensif yang tidak lagi menyasar fisik. Ancaman model demikian menyasar komitmen, semangat, perilaku pemimpin politik dan tentara yang justru membuat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta semakin dibutuhkan.

Pemateri terakhir hari pertama adalah Dr. Hassan Elbahtimy menjelaskan tentang Arab Strategy during the 1973 War, Mesir merupakan negara pemimpin dari kelompok Arab selama Perang tahun 1973. Kajian atas strategi Arab akan berkaitan dengan respon para perencana perang dari Mesir semasa perang Yom Kippur baik di tingkat sipil maupun militer terhadap masalah yang mereka hadapi di garis depan Sinai sebelum Perang Yom Kippur. “Konsep” Israel, yang dirumuskan dalam dua tahun sebelum perang, menyatakan bahwa Mesir, dalam kondisi saat itu, tidak mampu melancarkan serangan skala penuh di front Terusan Suez. Persiapan Mesir untuk Perang Yom Kippur praktis satu-satunya contoh yang efektif sejak Perang Dunia II dari angkatan perang yang mengadopsi dan menerapkan seluruh doktrin militer Soviet.

Short Course On Warfare and Strategy diikuti oleh peserta Pamen dan Pati, 50 Perwira TNI Angkatan Darat, 30 Perwira TNI Angkatan Laut, dan 20 Perwira TNI Angkatan Udara.

Kegiatan Short Course On Warfare and Strategy dihadiri Wakasal, Wakasau, Kasum TNI, Irjen Kemhan, Sesmenko Polhukam RI, Sekjen Kemenlu RI, Sestama BIN, Irjen Kemhan RI, Kuathan Kemhan RI, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A., dan pejabat eselon I Unhan serta observer dari Lemhanas, Kemlu, Polhukam, BIN, Kemendagri, CSIS dan Polri.