Minggu, 21 April 2024

Hadapi Pengaruh Cina, Australia Sepakati Perjanjian Bilateral dengan Tuvalu

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Australia menandatangani perjanjian bilateral dengan Tuvalu, yang bertujuan untuk menghadapi pengaruh Cina di Pasifik dan melindungi megara kepulauan itu dari ancaman perubahan iklim.

Kesepakatan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano pada Forum Kepulauan Pasifik di Kepulauan Cook pada beberapa waktu lalu.

“Australia dan Tuvalu adalah keluarga. Kami meningkatkan hubungan kami ke kemitraan yang lebih terintegrasi dan komprehensif,” kata Albanese di akun X resminya, Minggu (12/11).

Baca Juga: Konflik Memanas, WHO Peringatkan Risiko Penyebaran Penyakit di Jalur Gaza

“Perdana Menteri Natano dan saya menandatangani perjanjian yang akan menjaga masa depan Tuvalu dengan tetap menghormati kedaulatan, yang dikenal sebagai ‘Persatuan Falepili’,” tambahnya.

Lebih lanjut, Albanese menekankan bahwa kerja sama ini merupakan upaya untuk menangani perubahan iklim yang berdampak signifikan terhadap Tuvalu. Selain itu, Australia juga akan memberi bantuan militer dan membantu meningkatkan pertahanan Tuvalu.

“Australia berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada Tuvalu sebagai respons terhadap bencana alam besar, pandemi kesehatan, dan agresi militer,” kata Albanese melansir Pm.gov.au.

Baca Juga: Filipina Sebut Cina Tembak Meriam Air ke Kapal Penjaga Pantai

Namun, Albanese dan Natano tidak menjelaskan lebih lanjut tentang detail perjanjian keamanan tersebut.

Tuvalu, yang terdiri dari beberapa pulau dan berdekatan dengan Australia, adalah salah satu negara yang paling berisiko terkena dampak perubahan iklim dan telah lama menyuarakan masalah ini di forum internasional.

Sementara, Australia terus menjalin kerja sama ekonomi dan sosial yang lebih erat dengan Negara Kepulauan Pasifik sebagai cara untuk menjamin keamanan di kawasan. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER