Dua Kapal Pemburu Ranjau TNI AL Segera Tiba di Indonesia, Simak Kecanggihannya

Jakarta, IDM - Dua kapal pemburu ranjau yang baru dimiliki TNI AL dari galangan Abeking & Resmussen sedang berada dalam pelayaran menuju Indonesia, Sabtu (24/6).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (26/6), kedua kapal tersebut, yakni KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 berlayar dari Jerman menggunakan transporter ship, pada Jumat (23/6).
Sebelumnya, kedua kapal pemburu ranjau jenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) ini mampu bekerja baik di laut dangkal maupun dalam. KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 memiliki panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter, dilengkapi teknologi peperangan ranjau modern.
Baca Juga: Bantu Layani Kesehatan, Satgas Yonif Raider 303 Diapresiasi Warga
Kedua kapal pemburu ranjau ini menggunakan bahan baja non-magnetik dan memiliki degaussing system untuk mengurangi kemagnetan kapa serta dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.
KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 dilengkapi peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak di bawah air, memiliki perangkap Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk identifikasi dan netralisasi ranjau.
Serta Autonomous Underwater Vehicle (AUV) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air. Selain itu, keduanya juga dilengkapi Unmanned Surface Vessel (USV), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.
Baca Juga: Pertemuan Bilateral KSAL dan Badan Pengadaan Pertahanan Prancis, Bahas Scorpene?
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, mengatakan tujuan dari pengadaan kedua kapal pemburu ranjau tersebut dikarenakan masih banyaknya ranjau laut peninggalan perang dunia kedua.
"Keduanya bertugas menjaga perairan Indonesia agar tetap aman, bebas dari gangguan serta ancaman senjata bawah air, terutama ranjau. Selain itu, kedua kapal juga akan dioperasikan membersihkan perairan Indonesia yang masih punya potensi bahaya ranjau," tegasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































